KEK Mandalika, Serap Lulusan SMK NTB

MATARAM – Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) diharapkan bisa lebih banyak terserap di sejumlah perusahaan yang beroperasi di NTB. Terutama perhotelan yang ada di kawasan wisata termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

“Lulusan SMK kita setiap tahun banyak, hanya saja persentase yang terserap masih sedikit. Karena itu perusahaan yang ada dan beroperasi di NTB bisa mengutamakan SDM lokal, terutama lulusan SMK,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, Wildan di Mataram, Kamis (4/1/2018).

SMK yang ada di NTB baik negeri maupun swasta, juga diminta terus meningkatkan kualitas lulusan yang dihasilkan dengan membuka jurusan sesuai kebutuhan lapangan kerja.

“Kita tahu NTB merupakan salah satu daerah tujuan pariwisata, karena itulah jurusan yang dibuka semestinya lebih banyak berkaitan dengan kepariwisataan, seperti perhotelan, pramuwisata, supaya lulusan yang dihasilkan bisa siap pakai,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pengawas, Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang juga pelaku usaha pariwisata, Wirajagat mengatakan, untuk menunjang kemajuan sektor pariwisata dibutuhkan ketersediaan SDM memadai dan terampil serta profesional di bidangnya.

Keberadaan lembaga pendidikan seperti SMK, termasuk kehadiran Poltekpar tentu akan sangat mendukung dalam menghasilkan tenaga terampil dan profesional di bidangnya, dengan demikian SDM lokal bisa diberdayakan.

“SDM dan tenaga terampil serta kompeten yang dibutuhkan misalnya biro perjalanan dan perhotelan, marketing pemandu wisata, serta kompetensi bidang manajerial,” paparnya.

Sejumlah tenaga profesional yang juga harus dipersiapkan lembaga pendidikan pariwisata di NTB ialah chef makanan dan minuman, house keeping, waiters, resepsionis dan bartender yang kesemuanya harus dipersiapkan dari sekarang. Dia mengingatkan, jangan sampai ketika KEK Mandalika benar terwujud, SDM di NTB justru tidak siap.

“Pariwisata Lombok 10 sampai 20 tahun ke depan akan semakin cerah. Karena itu selain harus didukung SDM terampil dan profesional juga harus didukung dengan kemananan, kebersihan, kenyamanan dan pelayanan,” katanya memberi masukan.

Suasana job fair di Mataram. Foto: Turmuzi
Lihat juga...