BANDUNG — Kepala Badan Karantina Pertanian juga Ketua Tim Penanggung Jawab Upaya Khusus Sewasembada Padi, Jagung dan Kedelai Provinsi Jawa Barat (Jabar), Banun Harpini menyatakan, empat kabupaten sebagai sentra padi di Jabar sudah siap panen raya yang siap memasok kebutuhan beras di Jabar maupun skala nasional.
“Sentra-sentra produksi di Jawa Barat sudah mulai panen, ini (Garut) kabupaten ketiga,” kata Banun usai menggelar kegiatan Gerakan Panen dan Serap Gabah Petani wilayah Jabar di areal pesawahan Desa Karangsari, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, Selasa (23/1).
Ia menuturkan, gerakan panen raya tersebut pertama dilaksanakan di Kabupaten Cianjur, kemudian Kabupaten Sukabumi, selanjutnya setelah Garut digelar panen raya di Kabupaten Tasikmalaya dan terakhir di Ciamis pada Januari 2018.
Panen raya yang dilaksanakan itu, kata Banun, merupakan daerah yang memproduksi padi dalam jumlah besar setiap panennya.
“Jawa Barat ini sebagai tiga provinsi sentra padi di Indonesia,” katanya.
Ia menambahkan, jajarannya siap melakukan pendampingan dan bantuan hilirisasi produk pertanian untuk percepatan perwujudan kedaulatan pangan sehingga petani mendapatkan nilai tambah.
“Petani mendapatkan nilai tambah dan jaminan pasar yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Beni Yoga menambahkan, pemerintah daerah terus memfokuskan pembinaan terhadap petani agar dapat memproduksi beras organik, sementara baru ada dua kelompok tani yang beralih ke budidaya padi organik.
“Kelompok tani telah beralih ke padi organik agar dapat bernilai tambah, dengan bantuan BUMDes,” katanya (Ant).