Dispar Sumbar Sebut Taste of Padang tak Akan Diubah
PADANG – Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian menyebutkan, branding pariwisata “Taste of Padang” dapat digunakan semua komponen terkait pariwisata dalam mempromosikan pariwisata di Sumbar. Karena, branding itu telah mencakup semua cita rasa yang ada di Sumbar. Baik itu kuliner maupun seni budaya.
Ia menyebutkan, meskipun ada pro dan kontra yang terjadi. Namun, mengingat branding tersebut telah melewati proses panjang dengan beberapa kali Focus Group Discussion yang melibatkan perwakilan 19 kabupaten dan kota, asosiasi dan pelaku industri pariwisata, akademisi, media dan masyarakat, sehingga tidak memungkinkan lagi ada pergantian branding wisata Sumbar yakni Taste of Padang.
Panjang serta turut menghabiskan dana hingga miliaran rupiah dan bahkan melakukan beberapa kali survei serta studi oleh konsultan hingga akhirnya muncul Taste of Padang juga menjadi pertimbangan untuk tidak mengubah branding wisata Sumbar tersebut.
Tidak hanya itu, ditetapkannya Taste of Padang juga sudah disepakati oleh seluruh bupati dan walikota di Sumbar sehingga legitimasi untuk penggunaannya sebagai branding wisata daerah, dinilai sudah cukup kuat.
“Saat ini branding Taste Of Padang tengah dibuatkan materi untuk disosialisasikan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Sehingga, branding itu dapat digunakan baik di media maupun bilboard bahkan kop surat,” katanya ketika dihubungi Cendana News, Rabu (10/1/2018) sore.
Menurutnya dengan telah dibuatkan materi sosialisasinya, maka selanjutnya pelaku wisata, masyarakat, maupun pihak terkait dapat menggunakan branding “Taste of Padang” untuk keperluan promosi, tanpa ada kekhawatiran persoalan munculnya protes dari pihak-pihak tertentu di Sumbar.
“Ada beberapa kegiatan yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Sehingga, branding itu akan turut serta di dalamnya untuk dipromosikan,” ucapnya.
Ia berharap, branding Taste Of Padang dapat merepresentasikan seluruh kabupaten dan kota di Sumbar. Sehingga, pariwisata Sumbar ke depan dapat dikenal luas oleh masyarakat. Serta pariwisata Sumbar juga terus mengalami perkembangan.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit meminta kepada semua lapisan masyarakat untuk memahami alasan pemerintah menetapkan branding wisata Sumbar yakni Taste of Padang. Karena yang menjadi pertimbangan ialah bahwa orang luar mengenal Sumbar dengan sebutan Padang, bukan daerah seperti yang ada di kabupaten dan kota lainnya.
“Orang luar apabila mau ke Solok, pasti disebutnya Padang. Bukan ke Solok, begitu juga ke daerah-daerah lainnya. Maka dari itu, sejumlah kepala daerah menyepakati branding wisata Sumbar Taste of Padang,” ujarnya.
Menurutnya, dengan adanya branding Taste of Padang maka wisata Sumbar akan mudah dikenal di tingkat nasional maupun internasional. Karena dengan adanya kata-kata Padang, orang akan mengingat Sumbar.
