Berikan Contoh, Legislator Balikpapan Lakukan Vaksin Mandiri Difteri
BALIKPAPAN — Berbagai upaya pencegahan penyakit difteri terus dilakukan Pemerintah Kota Balikpapan. Komisi IV DPRD Balikpapan mengajak warga kota melakukan vaksin difteri secara mandiri.
Inisiatif melakukan vaksin mandiri ini dilakukan untuk mencegah difteri. Hal ini mengingat Kota Balikpapan telah dinyatakan Keadaan Luar Biasa (KLB) difteri.
Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Mieke Henny mengungkapkan vaksin ini dilakukan untuk mencegah difteri. Pihak DPRD melakukan inisiatif dengan melakukan vaksin difteri secara mandiri.
“Dengan adanya KLB Difteri ini kita juga turut prihatin dengan ikut menengok ke pasien, sekaligus memberikan contoh agar melakukan. Kemudian secara mandiri melakukan vaksin,” katanya usai melakukan vaksin difteri, Senin (22/1/2018).
Mieke juga mengajak kepada orang tua agar anaknya diberikan vaksin dengan datang ke rumah sakit atau puskesmas terdekat sesuai usianya. Tidak hanya untuk anaknya, pihaknya juga himbau kepada orang dewasa untuk melakukan vaksin difteri.
“Bagi bapak atau ibu yang anaknya belum vaksin segera vaksin. Karena langkah pencegahannya dengan vaksin,” tukasnya.
Dia juga menilai upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota dalam menanggulangi difteri setelah dinyatakan KLB Difteri sudah sangat terkoordinasi dengan baik.
Koordinasi dilakukan ke rumah sakit, BPJS Kesehatan dan dalam pemberikan vaksin sesuai dengan tingkatan usianya.
“Saya sudah pantau, sosialisasi dan antisipasi difteri bersama bpjs, rumah sakit pelaksanaan sudah bagus, Insha Allah sudah bagus,” imbuh Mieke.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Balerina mengatakan penanganan KLB Difteri terus dilakukan dan yang diutamakan kelurahan yang terindikasi positif difteri.
“Sejak 4 Januari 2018 sudah dilakukan penanganan dengan vaksin secara bertahap, khususnya pada RT yang ditemukan pasien positif difteri. Saat ini masih ada 6 yang dinyatakan suspect difteri, di mana hasil mikroskopik difterinya positif. Namun kulturnya masih menunggu sehingga masih diduga. Ada 20 yang sudah melapor diduga gejala difteri,” terangnya.