Sikapi Dampak Erupsi Gunung Agung, Bali Bentuk Pokja Pariwisata

DENPASAR — Berbagai langkah diambil pemerintah dalam menyikapi peningkatan aktivitas Gunung Agung di Kabupaten Karangasem. Terutama setelah adanya erupsi Gunung Agung yang terjadi beberapa hari yang lalu.

Salah satunya di bidang pariwisata. Mengingat hal tersebut merupakan urat nadi perekonomian masyarakat, Pemprov dibawah koordinasi Dinas Pariwisata membentuk Kelompok Kerja yang disebut Bali Tourism Hospitality.

“Guna menjembatani dan menanggapi isu-isu yang beredar terkait informasi erupsi Gunung Agung,” sebut Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Provinsi Bali I Ketut Astra, di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS), Renon, Minggu (3/12/2017).

Diterangkan, Pokja tersebut dibentuk tiga bidang yaitu kelembagaan, pelayanan dan pendampingan bagi wisatawan serta bidang data dan media.

Khusus data dan media, memiliki peran penting mengantisipasi berita-berita hoaks yang beredar yang membuat para wisatawan resah. Bidang ini memiliki fungsi dalam menyebarkan isu-isu yang benar dan faktual terkait aktivitas Gunung Agung.

Bidang pendampingan, memiliki peran dalam memfasilitasi wisatawan, seperti ketika bandara ditutup bagian pendampinganlah yang berperan untuk memfasilitasi transport wisatawan menuju terminal dan Pelabuhan Gilimanuk, dan membantu wisatawan asing agar bisa kembali kenegaranya.

“Untuk itu masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah sudah siap akan penanggulangan bencana,” ucap I Ketut Astra.

Astra menambahkan, berkaitan dengan hal itu, dari data yang dikeluarkan oleh BPS dan Dinas Pariwisata bahwa sejak tanggal 22 September-5 November jumlah kunjungan wisatawan termasuk dalam kategori biasa saja tidak ada penurunan yang signifikan. Sedangkan per Oktober 2017 jumlah wisatawan asing yang masuk ke Bali sebanyak 5 juta orang.

“Untuk itu dalam mengantisipasi dampak bencana dan untuk menjaga iklim pariwisata Bali agar tetap stabil, kami meminta peran aktif semua masyarakat agar memberikan informasi yang benar kepada wisatawan baik yang disebarkan melalui verbal maupun media sosial,” punkasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Surveillance dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. I Gusti Ayu Raka Susanti mengungkapkan, dalam upaya menangani dampak bencana Gunung Agung, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya, seperti menyiagakan petugas kesehatan di pos-pos pengungsian, mengecek fasilitas umum yang ada agar tetap terjaga dengan baik seperti kebersihan toilet dan lingkungan sekitar.

Selain itu pihaknya juga sudah melakukan imunisasi campak secara masal terhadap Anak-anak yang ada di pengungsian. Mengingat penyakit campak ditularkan melalui kondisi seperti dalam pengungsian, serta berbagai kegiatan lainnya.

Terkait dengan adanya erupsi Gunung Agung ia mengimbau agar masyarakat senantiasa menggunakan masker saat berpergian, agar abu vulkanik tidak mengganggu pernafasan, selain itu masyarakat juga disarankan untuk menggunakan kacamata dan baju lengan panjang.

“Selalu waspada dan mematuhi semua rambu-rambu yang dibuat oleh pihak terkait,” ujar I Gusti Ayu Raka Susanti.

Lihat juga...