Sektor Informal Tumbuh, Disnaker Balikpapan: Pengangguran Turun

BALIKPAPAN – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Balikpapan mencatat angka pengangguran pada 2 tahun terakhir mencapai 23 ribu jiwa, dan jumlah itu terus menurun sebesar 1 persen dari tahun ke tahun. Tercatat pada akhir 2016, angka pengangguran mencapai 16 ribu atau 5,52 persen dari 288 ribu penduduk angkatan kerja berusia 15 tahun ke atas.

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja Balikpapan, Tirta Dewi, turunnya angka pengangguran dipengaruhi tumbuhnya sektor informal dan banyaknya orang yang berwirausaha. Tumbuhnya sektor informal membuka lapangan pekerjaan baru, dan membuat angkatan kerja tidak harus menunggu lapangan pekerjaan baru dari sektor formal.

“Sektor informal alami pertumbuhan dan banyak orang berwirausaha termasuk menjadi driver transportasi online,” ucapnya Jumat (1/12/2017).

Turunnya angka pengangguran itu sejalan dengan target nasional dimana Disnaker mengejar target nasional tingkat pengangguran 2017 sebesar 5 persen.

“Berbagai upaya terus dilakukan dari pelatihan kerja, pemagangan hingga pameran bursa kerja,” sebut Tirta.

Tidak hanya tumbuhnya sektor informal, penurunan angka pengangguran juga disumbang dari meningkatnya info lowongan kerja yang mencapai 3.509 lowongan untuk pencari kerja yang lulusan SLTA dan Sarjana atau S1.

“61 persen tenaga kerja terserap di sektor informal pada 2016 dan tahun ini tercatat 8.057 pencari kerja yang dominasinya juga sama yakni SLTA dan S1,” ungkapnya. Angka pencari kerja itu menurun jika dibandingkan pada 2016 lalu yang mencapai 11.046 pencari kerja.

Tirta menargetkan tahun 2018 mendatang ada tiga kali pameran bursa kerja. Dalam pameran bursa kerja menggandeng Balai Latihan Kerja atau BLK dan berbagai perusahaan untuk menampung lowongan pekerjaan dan penyediaan SDM.

“Targetnya pada pameran bursa kerja ada 4 ribu pengunjung dan partisipasi 90 perusahaan sehingga selain menyerap pencari kerja juga bisa mencetak wirausahawan baru,” tambahnya.

Lihat juga...