Pemkot Depok Raih Swasti Saba Wiwerda

DEPOK — Kerja keras Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat, menuju Kota Sehat membuahkan hasil meraih penghargaan Swasti Saba Wiwerda.

Apresiasi dari Kementerian Kesehatan ini menandai Kota Depok naik kelas di empat tatanan setelah dalam rentang dua tahunan berturut-turut bertengger di peringkat Swasti Saba Padapa.

Penghargaan tersebut diserahterimakan dari Wali Kota Depok, Mohammad Idris, kepada Ketua Forum Kota Depok Sehat (FKDS) dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, di halaman Balai Kota, Senin (4/12/2017).

Idris pun menyampaikan terimakasih, khususnya kepada FKDS sebagai penggerak motor masyarakat untuk menumbuhkan hidup sehat.

“Mudah-mudahan penilaian Kota Sehat 2 tahun mendatang, kita akan bisa meningkatkan tatanan Kota Sehat yang sudah dicanangkan oleh pemerintah pusat,” harap Idris, seraya mengatakan penghargaan dan perhatian pemerintah pusat ini akan menjadikan sebuah tantangan dan motivasi untuk meningkatkan prestasi hidup sehari-hari dan juga untuk pelayanan masyarakat.

Sebelumnya, pada 2013 dan 2015, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menetapkan Kota Depok sebagai salah satu Kota Sehat, dan berhasil meraih penghargaan Swastisaba Padapa. Depok dinilai memenuhi indikator minimal dua tatanan kesehatan, yakni sarana dan prasarana umum dan kehidupan masyarakat sehat yang mandiri.

Kini, Kota Depok mampu mencapai empat tatanan sebagai pengembangan. Selain terpenuhinya tatanan sarana dan prasarana umum, kehidupan masyarakat sehat yang mandiri, juga berhasil dalam dua tatanan yang diajukan. Yakni, tatanan dalam ketahanan pangan gizi dan tatanan kehidupan sosial yang sehat.

Idris juga mengatakan, penghargaan Swastisaba Wiwerda ini artinya Kota Depok mendapat peningkatan dalam empat tatanan sebagai Kota Sehat.

Atas raihan penghargaan tersebut, Idris meminta agar ini tidak hanya sekadar catatan-catatan administrasi terhadap unsur atau tatanan kesehatan yang dinilai pemerintah pusat. Tetapi, menjadi sebuah tantangan untuk meningkatkan kualitas kesehatan diri dan lingkungan.

“Dari empat tatanan ini,  ada dua tatanan tambahan dari sebelumnya, yaitu ketahanan pangan dan gizi. Artinya, gizi orang Depok ini sudah cukup baik, tidak ada gizi buruk lagi. Walaupun ada beberapa kasus yang tentunya tetap menjadi perhatian kita,” kata Idris.

Berkait tatanan kesehatan masyarakat mandiri, Idris meminta ASN juga menunjukkan dan meningkatkan pola hidup sehat secara mandiri.  Di antaranya, makan yang bergizi, istirahat yang cukup, dan olahraga.

Lihat juga...