Bandara LIA Buka Tutup, Puluhan Hotel di Lombok Berikan Diskon
MATARAM — Buka tutupnya aktivitas penerbangan dari dan menuju Bandara Lombok Internasional Lombok (LIA) akibat erupsi Gunung Agung mengakibatkan banyak wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara terpaksa tidak bisa pulang ke negaranya dan harus kembali menginap di sejumlah hotel di Lombok.
“Sebagai bentuk kepedulian dan kompensasi atas kondisi tersebut, sebanyak 33 hotel berbintang siap memberikan keringanan biaya penginapan kepada wisatawan yang kepulangannya tertunda akibat bukaka tutupnya bandara LIA,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal di Mataram, Jumat (1/12/2017).
Ia mengatakan, keringanan diberikan yakni dalam bentuk diskon hingga 50 persen, khususnya wisatawan mancanegara yang tertunda kepulangannya akibat buka tutupnya bandara.
Pemberian diskon biaya penginapan sebesar 50 persen bagi wisatawan mancanegara tersebut sesuai dengan surat edaran Gubernur NTB yang di kirimkan ke seluruh hotel di NTB.
“Kalau domestik bisa kita arahkan mengalihkan kepulangannya dengan menggunakan transportasi jalur laut, tapi kalau wisatawan mancanegara seperti Malaysia Singapura dan sejumlah negara lain tentu kita tidak bisa paksakan mereka menggunakan jalur laut mengingat jauh,” katanya.
Selain pemberian diskon hotel, untuk membantu dan memberikan pelayanan kepada wisatawan, pihaknya menyediakan tiga unit bus untuk keperluan para wisatawan, khususnya yang terkena dampak dari buka tutup Bandara LIA.
Satu unit bus berkapasitas 42 orang penumpang disiapkan di bandara untuk mengantar wisatawan yang sudah berada di bandara, namun tidak bisa berangkat karena ditunda dan harus kembali ke hotel.
“Sementara untuk bus berkapasitas 34 orang penumpang disiapkan untuk mengantar wisatawan yang gagal berangkat karena ditunda, namun ingin melanjutkan perjalanan melalui Pelabuhan Lembar” katanya.
Ditambahkan, kita juga mendapatkan bantuan bus dari TNI Angkatan Laut yang diperuntukkan untuk mengantar wisatawan.
Kepala BMKG Bandara LIA, Oral Sem Wiliar mengatakan, sistem buka tutup bandara LIA mengingat, berdasarkan hasil pemantauan cuaca dan hasil rapat koordinasi yang dilakukan terkait kondisi cuaca akibat erupsi Gunung Agung.
Pergerakan angin yang berubah-ubah. Kalau arah angin ke Timur Tenggara bandara di Lombok yang tutup, tapi sebaliknya kalau arah pergerakan angin menuju Selatan-Barat, Bandara Ngurah Rai, Bali yang tutup.
“Pergerakan angin yang membawa debu abu vulkanik erupsi Gunung Agung mengarah ke timur tenggara yang bisa mengganggu aktivitas penerbangan, maka diputuskan bandara ditutup kembali,” kata Wiliar.