12 Sapi dan 89 Kandang Ternak Ludes Terseret Banjir

YOGYAKARTA – Sebanyak 12 ekor sapi, 40 ekor kambing dan 16.720 ekor ayam milik peternak di Kabupaten Gunungkidul, dilaporkan mati akibat terkena terjangan banjir dan longsor dampak cuaca buruk siklon tropis Cempaka, beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, sebanyak 89 kandang ternak milik warga juga dilaporkan hancur serta hanyut terbawa aliran air sungai. Mayoritas kerusakan itu terjadi di wilayah sepanjang bantaran Sungai Oya meliputi 20 kecamatan di Gunungkidul.

Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian DIY, Sutarno, mengatakan Kabupaten Gunungkidul menjadi daerah terparah yang mengalami kerusakan di bidang peternakan akibat bencana banjir dan longsor di DIY.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian DIY, Sutarno. Foto: Jatmika H Kusmargana

“Dari 12 ekor sapi yang mati, sebanyak 7 ekor berada di kecamatan Tepus, 4 di Girisubo dan 1 di Semanu. Untuk kambing paling banyak terdapat di Semanu sebanyak 30 ekor. Sedangkan untuk unggas paling banyak di Semanu, Wonosari, Nglipar dan Ponjong,” katanya Senin (4/12/2017).

Kerusakan kandang ternak sendiri dikatakan Sutarno paling banyak terjadi di kecamatan Nglipar. Yakni mencapai sebanyak 87 kandang. Antara lain di desa Kedung Poh, Kedung Ranti, Ngregis dan Nglipar. Sedangkan 2 kandang lainnya di Desa Bunder Patuk dan Mertelu Gedangsari.

“Saat ini upaya yang dilakukan adalah mengungsikan ternak ke kandang kelompok milik peternak lain yang tidak terkena banjir. Selain itu juga mulai membangun kandang ternak sementara dengan cara bekerja bakti bersama,” katanya.

Sutarno mengatakan, sebenarnya seluruh peternak yang telah mengikuti usaha asuransi sapi akan mendapatkan ganti rugi dari pemerintah. Namun sayang mayoritas peternak yang terkena bencana banjir di Gunungkidul tersebut belum ikut asuransi ternak.

“Mayoritas peternak di Gunungkidul belum ikut asuransi. Selain itu asuransi ini juga hanya untuk jenis ternak tertentu, yakni sapi indukan saja. Selain itu tidak bisa diklaim. Asuransi untuk ternak lain seperti kambing dan unggas juga tidak ada,” katanya.

Saat ditanya terkait bantuan bagi peternak korban banjir tersebut, Sutarno sendiri mengaku belum bisa memastikan hal itu. Sementara ini ia mengaku masih melakukan pendataan lebih rinci terkait hal tersebut.

“Saat ini masih terus kita data. Nanti kita upayakan ke pusat,” pungkasnya.

Lihat juga...