Wali Kota Semarang: Presiden Jokowi bukan Anak PKI

SEMARANG – Ada pernyataan menarik yang disampaikan oleh Wali Kota Semarang di hadapan ratusan anak SMA Negeri 12 Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) yang mengikuti acara pelatihan jurnalistik di sekolahnya. Wali Kota Hendi, panggilan akrab orang nomor satu di Kota Semarang ini menandaskan jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sedang menggelar upacara akad pernikahan anaknya adalah bukan anak PKI.

“Ada isu tentang Pak Jokowi di media online. Katanya Pak Jokowi itu anaknya PKI. Pak Jokowi gini-gini. Lho! Itu tidak benar!” tegas Hendi di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jateng Rabu (8/11).

Ternyata, usut punya usut ada seorang anak muda yang sengaja menyebarkan berita hoaxs tersebut di sosial media (sosmed) atau di dunia maya. Saat ini, pemuda tersebut telah ditangkap oleh aparat kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Udah gitu ada yang nyebarin lagi. Yang nyebarin juga anak muda lagi, akhirnya ditangkap polisi. Yang begitu anda harus pintar dan jeli, peduli boleh. Tapi harus dibaca kontennya,” terangnya.

Wali Kota Hendi pun meminta kepada anak-anak muda terutama para pelajar untuk tidak sembarangan men-share atau membagikan informasi yang tidak dijamin kebenaranya tersebut. Bahkan, Wali Kota Hendi juga meminta jika anak-anak muda menerima informasi supaya mengklarifikasi kebenaran informasi itu.

“Nek kiro-kiro njenengan nggak yakin (kalau kira-kira tidak yakin), klarifikasi kepada orang yang membuat anda yakin. Nek kiro-kiro hasil klarifikasine (kalau kira-kira hasil klarifikasinya) juga masih membuat anda tidak yakin, lebih baik berita tersebut tidak dishare ke
teman-teman,” imbaunya.

Wali Kota Hendi juga menambahkan jika membagikan berita hoaxs sama dengan melanggar Undang-undang Informasi Teknologi (IT) sehingga harus mempertanggungjawabkan perbuatan di hadapan hukum.

“Karena share berita yang tidak benar sama dengan anda melanggar Undang-undang Informatika. Kalau melanggar Undang-undang Informatika akhirnya bisa juga sampai tawuran, trek-trekan akhirnya masuk kantor polisi juga,” pungkasnya.

Lihat juga...