Wagub Berharap MTQ Nasional Dihelat di Sumbar
PADANG — Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Nasrul Abit, meminta kepada Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, agar perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional pada 2020 mendatang digelar di Provinsi Sumbar.
Ia menyebutkan, jika dilihat dari catatan sejarahnya, yakni 34 tahun lalu, tepatnya pada Mei 1983, di waktu itulah pelaksanaan MTQ Nasional dilaksanakan di Sumbar. Sehingga, dengan rentang waktu yang sudah cukup lama itu, seakan dinilai sudah sepantasnya MTQ Nasional 2020 dihelat kembali di Sumbar.
“Jika Menteri Agama menyetujui MTQ Nasional 2020 di Sumbar, maka saya rencanakan penyelenggaraannya di dua daerah, yakni Kota Padang dan Padang Pariaman. Dengan seremoni pembukaan dan penutupan dilaksanakan di Stadion Utama Sikabu, Kecamatan Lubuk Alung, Padangpariaman, yang telah bertahap dibangun dan ditargetkan tuntas 2020,” katanya, di Padang, Minggu (5/11/2017).
Nasrul menjelaskan, alasan dipilihnya Kota Padang dan Padangpariaman menjadi tuan rumah, karena untuk masjid yang tersedia di Kota Padang sudah bisa menampung pelaksaan MTQ . Setidaknya, terdapat 214 masjid yang layak untuk lokasi pelaksanaan perlombaan MTQ Nasional.
Sedangkan untuk penginapan kafilah dari seluruh provinsi, katanya, juga bisa ditampung dengan jumlah kamar hotel di Padang yang mencapai 3 ribu lebih. Sementara itu, melalui pelaksanaan MTQ 37 tingkat Sumbar, ia berharap, qari dan qariah yang menjadi juara memang memiliki kualitas yang nantinya layak dikirim berlaga pada MTQ Nasional di Medan 2018.
Selain itu, MTQ 37 yang dipusatkan di Kota Pariaman, harus sukses menjadi penyemangat dan pendorong masyarakat untuk memegang teguh Alquran sebagai pedoman hidup. “Kesuksesan penyelenggaraan MTQ bukan semata soal kemeriahan, serta mendapat juara yang berkualitas. Tapi, MTQ sukses, jika masyarakat benar-benar memahami bahwa Alquran adalah petunjuk hidup”, katanya.
Untuk diketahui, MTQ 37 tingkat Sumbar diikuti 1001 peserta dari 19 kabupaten/kota. Sepuluh cabang dan 60 golongan diperlombakan pada MTQ ini, mulai 4 – 10 November 2017.
Sementara itu, sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia pada kesempatan tersebut mengajak seluruh umat Islam untuk kembali memahami dan mengamalkan nilai-nilai luhur yang diajarkan dalam Alquran, sebagai benteng kuat dari pengaruh negatif arus globalisasi dan keterbukaan informasi.
Menag menyebutkan, menyemarakkan MTQ salah satunya adalah upaya untuk meningkatkan silaturahim dan persatuan umat seagama. Selain itu, melalui MTQ juga telah melahirkan para qori qoriah yang bisa menjadi harapan bangsa Indonesia di masa mendatang.
Ia juga meminta penyelenggara dan panitia MTQ selalu memperbaiki kualitas perlombaan, sehingga benar-benar menghasilkan qari-qariah yang berprestasi, layak untuk berlaga tidak saja di tingkat nasional, melainkan juga internasional.
“Indonesia dikenal dunia, sebagai penghasil qari-qariah yang mumpuni. Ini tidak lepas dari pelaksanaan MTQ di tingkat kabupaten/kota dan provinsi, sebagai jenjang pembinaan,” tuturnya.