Tarian Empat Etnis Pukau Tamu Pesta Rakyat Sulsel
JAKARTA —- Tari “Empat Etnis” menjadi suguhan memukau para tamu yang hadir acara Pesta Rakyat Sulawesi Selatan 2017 di Anjungan Sulawesi Selatan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat (10/11/2017).
Baca juga: Promosi Budaya, TMII Gelar Pesta Rakyat Sulawesi Selatan
Tarian ini gabungan dari empat etnis yang ada di Sulsel, yaitu Makassar, Bugis, Mandar, dan Toraja.
“Filosofi tarian ini mempersatukan masyarakat Sulsel. Meskipun Mandar sudah masuk wilayah Sulawesi Tengah, tapi tetap tak terpisahkan, budayanya masih melekat,” kata Dorce kepada Cendana News ditemui di sela-sela acara.
Dijelaskan, mempersatu itu terlihat mulai dari pakaian, gerakan dan musik yang merupakan perpaduan dari keempat etnis tersebut.
Baca juga: Bambang: PUTRI Rumahnya Taman Wisata
Dimana, pakaian adat yang digunakan diwakili oleh masing-masing penari. Bahkan setiap pergantian tarian, lagu daerahnya pun berganti sesuai ciri khas etniknya.
Masing-masing tarian pun berbeda, seperti Makassar tari yang biasa digunakan yaitu Pakkarena.
“Dengan ciri khas musik gendang dan pui-pui yang menggebu-gebu, sedangkan para penari wanita memegang kipas dengan gerakan lemah gemulai, namun terkesan mistik,” jelasnya.
Adapun pakaian yang digunakan yaitu bajalab, sarung sutra, lipa sabe dan perhiasan bando bunga, anting, kalung gelang.
Bugis, kata dia, gerakan jari tangan penari disebut makingking. Yaitu jari tengah bertemu dengan jempol. Baju yang digunakan adalah baju bodo, sarung sutra makingking, dengan perhiasan bando, anting, gelang dan kalung.
Sedangkan, tarian Mandar tergambar gerakan jempol bertemu jari telunjuk, dipadukan gemulai gerak tubuh penari.
“Toraja memiliki ciri khas gerakan patahan pada pergelangan tangan,” ucapnya.
Baca juga: Mengenal Adat Toraja di Anjungan Sulawesi Selatan TMII
Para penari Toraja ini pun terlihat gagah dengan balutan sarung khas Toraja, kandore, gelang, kalung tabung, dan hiasan kepala sapi.

Dorce berharap masyarakat Indonesia yang menyaksikan tari 4 etnis ini terhibur dan akan lebih mencintai budaya Indonesia yang beragam.
“Kami akan terus melestarikan seni budaya Sulsel tak hanya di kancah nasional tapi mancanegara. Optimis lewat budaya Sulsel akan lebih dikenal,” pungkasnya.