Target Swasembada Pangan, Lahan Pertanian Kaltim Masih Luas

BALIKPAPAN – Anggota Komisi IV DPR RI, Hj Kasriyah menilai, area lahan pertanian Provinsi Kalimantan Timur masih luas untuk ditanami pangan seperti padi, jagung dan kedelai. Diyakini program pemerintah menuju swasembada pangan akan tercapai, apabila lahan yang ada tergarap maksimal untuk pertanian.

Apalagi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Pertanian pada bulan Mei 2017 lalu Presiden RI Joko Widodo telah mencanangkan bahwa tahun 2018 sebagai tahun pembenihan nasional. Ketersediaan benih bermutu merupakan kunci utama keberhasilan usaha agribisnis tanaman pangan.

“Dengan bibit kedelai bersertifikat dan berkualitas diharapkan hasil tanam kedelai memuaskan dan menguntungkan petani. Ada petani yang membeli atau dapat bantuan tapi mengeluh ternyata hasilnya tidak sesuai. Itu berarti tidak sesuai, makanya dengan bersertifikat dan berkualitas dapat menghasilkan produksi yang baik,” ucap politisi PPP Dapil Kaltim saat menghadiri Bimbingan Teknis Pembenihan Kedelai yang diselenggarakan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP Badan Litbang Pertanian) Kaltim, Senin (6/11/2017).

Menurut Kasriyah, banyak lahan terlantar yang belum dimanfaatkan untuk pertanian. Seperti lahan eks tambang itu dapat dimanfaatkan untuk lahan pertanian. Karena saat ini pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian memberikan bantuan bibit untuk petani melalui program Kebun Bibit Rakyat (KBR).

“Ada bantuan juga untuk petani namanya kebun bibit rakyat (KBR) itu 5 hektar dapat bantuan Rp50 juta silakan tanam apa saja. Kemarin saya di Penajam itu petani dapat Rp50 juta dia belikan bibit kopi,” sebutnya.

Ketika disinggung mengenai potensi lahan pertanian di Kaltim, Kasriyah menyebutkan, masih sangat luas lahan di Kaltim untuk digarap pertanian termasuk eks tambang. Artinya perlu didorong dengan teknologi tepat guna dapat dimanfaatkan bersama-sama pemda dan pusat. Apalagi saat ini administrasi tanah/lahan di era pemerintahan Jokowi makin tertib agar ke depan penggunaan lahan makin pasti.

“Eks tambang ayo bisa kita manfaatkan untuk pertanian atau bisa juga budidaya ikan. Nah budidaya ikan juga ada bantuan Rp50 juta dari KKP dapat bibit dan pakan juga,” katanya dengan lugas.

Dia optimis Indonesia termasuk Kaltim bisa berkontribusi ke depan untuk menciptakan swasembada pangan dengan kerja sama semua pihak termasuk keikutsertaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP Badan Litbang Pertanian) termasuk menciptakan lumbung padi dan kedelai.

“Yakin swasembada pangan itu tercapai dengan kerja sama semua pihak. Dikerjakan dengan teknologi tepat guna pasti bisa,” tutupnya.

Lihat juga...