JAKARTA – Masalah tenaga kerja dan lapangan pekerjaan masih menjadi masalah paling krusial di Indonesia, terlebih di Jakarta. Jumlah warga ibukota yang besar sekitar sepuluh juta lebih, seharusnya menjadi potensi dan peran besar dalam pembangunan ekonomi nasional.
Hal ini menjadi salah satu yang dibahas antara Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno dengan Chief Executive Officer (CEO) PT. Integrated Service Solutions (ISS) Indonesia, yang juga mantan Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda Indonesia, Elisa Lumbantoruan.
“Kami membicarakan beberapa inisiatif yang kita ingin dorong sama-sama. Kerja sama antara pemprov dan dunia usaha dalam sebuah kemitraan. Berbagi knowledge,” kata Sandi, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (20/11/2017).
Selain itu, kata Sandi, pihaknya dan Elisa berbagi pengetahuan terkait pengelolaan tenaga kerja. Menurutnya, Pemprov DKI dapat belajar tentang pengelolaan tenaga kerja kepada Elisa. “Karena kami, pemprov mengelola sekitar 93 ribu lapangan kerja. Yang PHL, baik itu pasukan oranye, biru, ‘pasukan pelangi kita’. Pak Elisa sendiri 61 ribu,” terang Sandi.
Sandi mengaku bisa melihat dengan kasat mata adanya sebuah sistem discipline values, nilai-nilai yang perlu sharing antara Dinas Lingkungan Hidup maupun dinas-dinas yang lain. “Kita bisa belajar dari Pak Lumbantoruan,” tegasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Elisa juga memberikan masukan terkait proses administrasi yang sering kali sulit dilakukan oleh tenaga kerja di DKI. Sebab, sistem pendaftaran yang diterapkan masih manual.
“Beliau juga memberikan masukan untuk yang 61 ribu itu kadang-kadang sulit untuk melakukan pendaftaran di sudin-sudin di lima wilayah. Karena masih manual. Karena itu, nanti dengan Pak Priyono, Pak Kadisnaker, kita ingin coba sistemnya juga online,” ujarnya.
Elisa mengaku, pertemuannya dengan Sandi juga membahas penciptaan lapangan kerja di Jakarta. Juga untuk meminta komitmen Pemprov DKI untuk mempermudah administrasi tenaga kerja di Jakarta.
“Untuk mempermudah administrasi tenaga kerja di DKI. Dan, kami mendapatkan komitmen dari Pak Wagub, bahwa banyak hal yang akan dipermudah,” ujarnya.
Kata Elisa, mereka juga berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai tenaga kerja sektor formal dan informal. Menurutnya, tantangan terbesar Jakarta saat ini adalah pemberian kepastian dari sisi pekerjaan dan kompensasi benefit, agar tenaga kerja informal sama dengan tenaga kerja formal.
“Banyak sekali tenaga kerja di Jakarta ini yang sebenarnya bekerja di sektor informal. Dan, sekarang tantangan dari kita adalah sebenarnya untuk memberikan kepastian bagi mereka adalah dari sisi pekerjaan dan juga kompensasi dan benefit, agar mereka menjadi sama dengan tenaga formal,” pungkas Elisa.