Produksi Ikan Air Tawar di Lebak Tembus 3500 Ton

LEBAK — Produksi ikan air tawar di Kabupaten Lebak, Banten, mencapai 3.565,60 ton dengan nilai perguliran uang Rp64.926 miliar.

“Kami minta pembudidaya ikan terus meningkatkan produksi guna memenuhi kebutuhan pangan juga pendapatan ekonomi masyarakat,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Pembudiyaan Ikan Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Winda Triana di Lebak, Selasa (28/11).

Pemerintah daerah setiap tahun terus menyalurkan bantuan benih ikan tawar jenis mas dan lele guna meningkatkan produksi.

Bahkan, tahun ini menyalurkan bantuan benih ikan mas sebanyak 300.000 ekor di Desa Citorek Kecamatan Cibeber.

Penyaluran bantuan benih diharapkan para pembudidaya ikan tawar lebih termotovasi untuk menggeluti usaha perikanan.

Saat ini, produksi ikan tawar di Kabupaten Lebak belum mampu memenuhi kebutuhan lokal karena masih dipasok dari sejumlah daerah di Jawa Barat.

Karena itu, pemerintah daerah menargetkan dua tahun ke depan bisa surplus lumbung ikan tawar.

“Kami berharap produksi ikan tawar bisa memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Lebak,” katanya menjelaskan.

Menurut Winda, potensi Kabupaten Lebak sebagai lumbung ikan tawar cukup berpeluang karena terdapat proyek pembangunan Waduk Karian.

Kehadiran Bendungan Karian yang disebut sebagai waduk terbesar ketiga di Indonesia itu dapat mengaliri ke areal irigasi seluas 22.000 hektare.

Dengan demikian, para pembudidaya ikan bisa memanfaatkan jaringan irigasi tersebut untuk mengembangkan usaha perikanan darat.

Selain itu juga pihaknya menjalin kerja sama dengan Universitas Agung Tirtayasa (Untirta) guna penerapan rekayasa teknologi sektor budidaya ikan tawar dan ikan tangkapan.

“Kami yakin usaha perikanan bisa menjadikan andalan pendapatan ekonomi masyarakat,” ujarnya menjelaskan.

Ia menyebutkan,saat ini, budi daya ikan darat di Lebak yang meliputi jenis ikan mas, nila, tawes, mujair, nila, lele, nilem, gurame, patin, bawal, ikan bandeng, udang windu, udang putih, udang api-api dan belut dilakukan di air kolam, sawah, keramba, jaring apung, dan tambak.

Produksi ikan tawar di Kabupaten Lebak sebanyak 3.565,60 ton, sedangkan ikan mas mencapai 1.053,90 ton dan lele 1.010,50 ton. Kebanyakan pasokan ikan tawar jenis mas, gurame, dan nila didatangkan dari Sukabumi, Bogor dan, Cianjur.

Selama ini, usaha perikanan yang sudah tumbuh dan berkembang di Lebak adalah jenis ikan lele.

Namun, produksi ikan lele sudah mampu memenuhi kebutuhan permintaan pasar lokal. “Kami berharap ikan mas, gurame dan mujair ke depan tidak didatangkan dari Jawa Barat,” katanya (Ant).

Lihat juga...