Petani Desa Rintik, Panen Bawang Merah

PENAJAM – Kelompok Tani Tunas Karya, Desa Rintik, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, hari ini (20/11/2017) bergembira karena bibit bawang merah berlabel ungu yang diberikan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan pada September 2017 telah panen. Luas area tanam yang panen seluas 1 hektar dengan produksi sekitar 10 ton.

Pengembangan klaster bawang merah di Kabupaten Penajam Paser Utara merupakan tindak-lanjut dari Pokok-pokok Kesepahaman antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan dengan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara yang ditandatangani pada tanggal 31 Mei 2017. Selanjutnya, dilakukan serah terima bantuan bibit unggul bawang merah dari Bank Indonesia kepada Kelompok Tani Karya Usaha pada bulan September 2017 lalu.

Pergudangan bawang merah yang akan dibangun. Foto: Ferry Cahyanti

Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Suharman Tabrani mengungkapkan, klaster bawang merah di Kabupaten Penajam Paser Utara akan dikembangkan selama 3 tahun. Pada tahun 2017 ini fokus pada peningkatan kapasitas produksi dan kontinuitas pasokan. Hal itu telah disepekati dan menjadi komitmen kelompok tani untuk menyisihkan 50 persen dari hasil panen raya ini untuk ditangkar kembali menjadi bibit.

“Kami juga memberikan bantuan infrastruktur berupa gudang pengeringan dan penangkaran bibit bawang merah. Itu dilakukan untuk mencapai target tahun ini,” katanya di sela kegiatan seremonial panen raya bawang merah di PPU, Senin (20/11/2017).

Di tahun 2018, menurutnya, pengembangan klaster bawang merah akan berfokus pada kemandirian dan kualitas benih, peningkatan kompetensi petani penangkar dan kelembagaan ekonomi petani serta memperpendek rantai distribusi. Selanjutnya tahun 2019 akan konsentrasi pada hilirisasi produk, pengaturan pola tanam, kerjasama antardaerah, dan akses keuangan ke perbankan.

“Harapannya dengan program itu dapat menjadi daerah interland. Bisa memasok kebutuhan bawang merah kota Balikpapan dan daerah sekitarnya di Kalimantan Timur,” paparnya didampingi Joko Andoko, Manajer Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi.

Pihaknya berharap, melalui kegiatan panen raya bawang merah ini terjadi peningkatan produksi dan keberlanjutan budidaya bawang merah di Kabupaten Penajam Paser Utara yang dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, mampu mendukung pengendalian inflasi, dan kestabilan harga komoditas bawang merah di Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Untuk menjaga stabilitas harga, Bank Indonesia melakukan pengendalian inflasi dengan mengembangkan komoditas pangan yang berkontribusi pada inflasi volatile foods dengan metode tahapan klaster secara bertahap, yaitu dengan cara melakukan intervensi dari hulu ke hilir, penyediaan sarana dan prasarana produksi sekaligus peningkatan kompetensi petani.

Lihat juga...