Perbaikan Jalur TdS Tersisa di Daerah Terparah
PADANG — Memasuki H-3 pergelaran balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) 2017, pengerjaan perbaikan jalur masih terus dikebut oleh Dinas Pekerjaan dan Penataan Ruang (PUPR) Sumatera Barat (Sumbar) bersama Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah III Sumbar-Bengkulu.
Baca juga: Pebalap Sepeda TdS Bakal Nikmati Keindahan Wisata Mandeh
Kepala Dinas PUPR Sumbar, Fahtol Bahri menjelaskan, perbaikan jalan yang terbilang cukup berat dikerjakan berada di Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Solok Selatan. Sedangkan kabupaten dan kota lainnya yang dilalui jalur TdS, dapat dipastikan pada hari Jumat mendatang selesai dengan progres pengerjaan mencapai 95 persen.

Alasan yang menyebutkan kondisi jalan di Dharmasaraya dan Solok Selatan yang berat untuk dilakukan perbaikan, karena kondisi jalannya cukup parah, serta adanya kendala dari faktor cuaca.
Hal ini dikarenakan, apabila cuaca hujan, maka perbaikan jalan dengan cara tambal sulam ini, tidak bisa dikerjakan.
“Hari ini dan besok ada beberapa titik perbaikan jalan dari arah Padang-Painan, bisa dikatakan selesai. Namun, yang terberat dikerjakan ialah Dharmasraya dan Solok Selatan, karena ada ribuan lubang yang dilakukan tambal sulam,” jelasnya, ketika dihubungi sore ini, Rabu (15/11/2017).
Menurutnya, jika cuaca mendukung, maka pengerjaan diupayakan selesai pada Sabtu mendatang. Akan tetapi, jika hujan pengerjaan di kebut dan diperkirakan selesai H-1 daerah tersebut dilalui etape.
“Untuk Dharmasraya itu, berada di etape ke dua dengan rute dari Sijunjung ke Dharmasraya yang jatuh pada hari Senin. Jadi, untuk Dharmasraya diupayakan selesai pada hari Minggu. Begitu juga untuk Solok Selatan, yang merupakan etape ke lima, dengan rute Kota Solok ke Solok Selatan pada Rabu, maka diperkirakan pengerjaannya selesai pada Selasa,” jelasnya.
Untuk diketahui, TdS 2017 akan diselenggarakan pada hari Sabtu 18 hingga 26 November 2017 mendatang, dengan melalui 18 kabupaten dan kota di Sumbar. Dengan rute yang ditempuh, Grand Start dan Etape I di Istano Basa Pagaruyung dan finis di Kota Padang dengan jarak tempuh 109,3 kilometer. Lalu, untuk etape II Pesisir Selatan-Sawahlunto para pebalap akan melaju dengan jarak tempuh mencapai 155,9 kilometer.
Baca juga: Jumlah Peserta TdS 2017, Menurun
Selanjutnya, untuk etape III Sijunjung-Dharmasraya yang saat ini pengerjaan jalan masih dilakukan, jarak tempuh yang akan ditaklukan yakni 161,3 kilometer.
Begitu juga untuk etape IV Kabupaten Solok- Payakumbuh jarak tempuhnya ialah 106,4 kilometer. Dilanjutkan dengan etape V Kota Solok-Solok Selatan yang saat ini juga pengerjaan jalan masih dilakukan, jarak tempuh yang akan dijajal mencapai 153,2 kilometer.
Tidak hanya itu, untuk etape VI Pariaman-Pasaman Barat pebalap akan menempuh jarak yang mencapai 145,7 kilometer. Serta dilanjutkan ke Etape VII Limapuluh Kota – Padang Panjang jarak tempuh 112 kilometer.
Lalu, untuk etape VIII Padangpariaman-Agam jarak yang akan ditaklukan yakni 135,2 kilometer. Terakhir untuk etape IX Pasaman-Bukittinggi, para pebalap akan berpacu untuk meraih podium dengan jarak tempuh 117,2 kilometer.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit meminta perbaikan jalan harus selesai sebelum etape tiga dan etape lima, karena dua etape tersebut merupakan kondisi jalan yang cukup parah.
Baca juga: Festival Seribu Rumah Gadang Menanti Pebalap TdS 2017
Nasrul mengakui, buruknya kondisi jalan setiap etape akan menjadi perhatian bagi pebalap dan penyelenggara. Hal ini mengingat, TdS merupakan iven balap sepeda berskala internasional, yang bertujuan untuk menjadi wisata tourisme, tidak ingin adanya hal-hal yang membuat penyelenggaraan mendapat perhatian negatif di tingkat internasional.
“Saya sering berkoordinasi dengan pihak PUPR dan BPJN agar terus mengkebut pengerjaan jalan. Karena saya tidak ingin, pengerjaan masih dilakukan saat para pebalap melalui derah yang jalannya masih buruk,” ujarnya.