BALIKPAPAN — Stadion Batakan Balikpapan yang dibangun secara bertahap dan tahun ini sudah dapat digunakan meskipun belum rampung sepenuhnya, saat ini masih dikelola Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pekerjaan Umum. Dalam pengelolaan stadion pemerintah belum merumuskan pengelolaan. Pihak pemerintah telah memiliki pilihan alternatif dengan menyerahkan kepada pihak ketiga.
Menurut Sekretaris Daerah Kota Balikpapan Sayid MN Fadli, kebutuhan biaya operasional dan perawatan yang besar salah satu hal yang dipikirkan pemerintah untuk stadion. Apabila pengelolaan diserahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maka menjadi beban baru, apalagi dibutuhkan sumber daya manusia khusus untuk mengurus stadion.
“Mungkin arahnya kami seperti Stadion Utama Gelora Bung Karno dikelola pihak ketiga. Tapi skema pengelolaan belum kami kaji,” paparnya di sela kegiatan workshop Tunas Intergritas OPD dan Unsur Pimpinan DPRD Balikpapan, Jumat (17/11/2017).
Dia menjelaskan selama ini ada beberapa aset pemerintah yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga, seperti Hotel Novotel, Rapak Plaza, Pasar Baru Square dan Plaza Kebun Sayur. Mekanisme yang digunakan adalah kerjasama build, operate and transfer (BOT).
“Dari skema ada efek langsung atau memberi kontribusi lebih terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kota Balikpapan, dan penyerapan tenaga kerja,” ucapnya.
Tidak hanya itu, Sayid mengatakan pemerintah tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pembangunan dan operasional.
Sementara itu, pemerintah kota berjanji akan menyelesaikan pembangunan Stadion Batakan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikppan Tara Allorante menuturkan, dalam APBD Kota 2018 akan dialokasikan sebesar Rp10 miliar.
“Itu untuk pembangunan jalan masuk, areal parkir maupun kursi penonton. Mudah-mudahan disetujui,” pungkasnya.
Seperti diketahui stadion berkapasitas 46 ribu penonton itu sudah digunakan Persiba Balikpapan dalam melakoni laga kandang di Liga 1 2017. Namun memang pembangunan stadion yang menelan anggaran lebih Rp1,3 triliun itu belum sepenuhnya rampung secara keseluruhan.