Pencari Kerja di Lebak Capai 9.450 Orang

LEBAK – Jumlah pencari kerja baru di Kabupaten Lebak, Banten, hingga September 2017 menembus 9.450 orang dan sebagian besar mencari pekerjaan ke wilayah Jakarta, Bogor, Bekasi serta Tangerang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lebak Maman Suparman di Lebak, Selasa, mengatakan pemerintah daerah untuk mengatasi masalah pengangguran dengan cara memberikan kesempatan bagi pencari kerja untuk mengikuti bursa lapangan pekerjaan (job fair) di Provinsi Banten.

Selain itu juga kerja sama dengan perusahaan dari luar daerah agar menampung para pencari kerja asal Lebak.

Pembukaan lowongan pekerjaan dengan sejumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Lebak, seperti Alfa Mart dan Indo Mart, Giant.

Selain itu juga menggandeng dengan perusahaan Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI).

Selama ini, PJTKI sangat membantu penyerapan tenaga kerja, sehingga banyak tenaga kerja wanita bekerja di luar negeri.

Kebanyakan pendidikan pencari kerja rata-rata lulusan SLTA dan mereka memilih pekerjaan buruh pabrik, satpam, supermarket, pelayan toko, restauran, hotel dan sopir.

Mereka para pencari kerja tercatat 9.450 orang terdiri dari laki-laki 5.311 orang dan wanita 4.139 orang.

“Kami minta pencari kerja setelah diterima di perusahaan agar segera melapor ke Disnakertrans setempat,” katanya menjelaskan.

Maman mengatakan, selama ini lapangan pekerjaan lokal sangat terbatas, terlebih Kabupaten Lebak bukan daerah industri juga perdagangan.

Karena itu, pihaknya hanya sebatas menyarankan kepada pencari kerja untuk mengikuti bursa kerja atau melamar ke perusahaan,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, pemerintah daerah juga memberikan perluasaan kesempatan usaha dengan melakukan pelatihan kewirausahaan maupun ketrampilan yang sifatnya dapat mendorong jiwa usaha bagi masyarakat.

Selain itu tahun ini akan membentuk kegiatan kelompok usaha dengan teknologi penerapan berbasis potensi lokal yang ada di masing-masing daerah untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

Pihaknya juga akan melakukan pekerjaan padat karya untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan.

“Program padat karya juga bisa melalui program alokasi dana desa (ADD) dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Samsudin (18) warga Rangkasbitung saat membuat kartu kuning mengaku dirinya hendak melamar pekerjaan ke Jakarta dan Tangerang karena di sini tidak ada lapangan pekerjaan.

“Kami bersama dua teman mau melamar di pabrik ban di Tangerang,” kata Samsudin. (Ant)

Lihat juga...