Pelabuhan Terbesar Kedua di Sumbar Belum Bisa Dimanfaatkan
PADANG – Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, meninjau langsung Pelabuhan Teluk Tapang di Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat. Pada peninjauan itu, Wagub bersama rombongan mengelilingi pelabuhan tersebut.
“Pelabuhan itu sudah siap sejak Mei 2017 lalu, cuma belum bisa dimanfaatkan, karena masih terkendala akses jalan,” katanya, ketika dihubungi, Selasa (21/11/2017).
Ia menyebutkan, soal akses jalan ke Pelabuhan Teluk Tapang itu, ke depan pemerintah akan berupaya untuk menganggarkan segala hal, supaya pengerjaan pembuatan akses jalan bisa dikerjakan.
“Saya sangat menginginkan Pelabuhan Teluk Tapang tersebut segera beroperasi. Hal ini dikarenakan, Pelabuhan Teluk Tapang bisa menandingi Pelabuhan Teluk Bayur yang ada di Kota Padang,” ujarnya.
Menurutnya, pelabuhan tersebut sangat strategis untuk menunjang intensitas perdagangan. Perdagangan yang dilakukan tidak hanya soal biji besi, akan tetapi juga bisa memudahkan aktivitas pengangkutan Crude Palm Oil (CPO) yang selama ini harus diantar ke Pelabuhan Teluk Bayur.
“Jadi, kalau aksesnya sudah terbuka, pelabuhan itu nantinya bisa menunjang perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Artinya, dengan kondisi yang demikian, Nasrul memperkirakan turut membantu Kabupaten Pasaman Barat keluar dari daerah tertinggal, terpencil, terluar. Karena, dengan adanya pelabuhan, perekonomian masyarakat membaik, dan lapangan pekerjaan pun terbuka.
“Selama ini, infrastruktur di daerah 3T itu memang belum banyak yang ada. Maka dari itu, saya memperkirakan dengan beroperasi Pelabuhan Tapang, akan menjadi solusi untuk memajukan daerah tersebut,” tegasnya.
Selain itu, Bupati Pasaman Barat Syahiran mengakui bahwa Pelabuhan Teluk Tapang itu telah rampung sejak Mei 2017 lalu. Hingga kini, yang hampir mendekati akhir tahun, pelabuhan itu belum bisa dimanfaatkan. Kalau soal membangun akses jalan, bupati memperkirakan bisa menghabiskan anggaran mencapai ratusan miliar.
Ia menjelaskan, dalam proses pembangunan fisik Pelabuhan Teluk Tapang itu, telah menghabiskan dana sebanyak Rp200 miliar. Kini, agar pelabuhan itu bisa digunakan, perlu adanya pembangunan jalan sepanjang 42 kilometer.
“Jadi memang ada sekitar 37 kilometer plus 8 unit jembatan lagi yang perlu dituntaskan. Kita sudah berulang kali sampaikan ini pada kementerian terkait, tapi sampai hari ini belum mendapat jawaban pasti,” sebutnya.
Menurutnya, untuk melanjutkan pembangunan tersebut, tentu tidak bisa dengan APBD kabupaten atau bahkan provinsi, sebab butuh anggaran yang besar. Ia menyebutkan akan terus mengupayakan adanya pembuatan akses jalan, karena apabila dioperasikan, maka akan dapat meringankan kerusakan jalan nasional menuju Teluk Bayur Padang.
“Selama ini, rutinitas truk sawit mulai mengangkut dari Teluk Bayur dan mengantar ke Pasaman Barat. Akibatnya, tidak dapat dipungkiri adanya jalan yang rusak,” ucapnya.