Pebalap TdS Akui Keindahan Alam Sumatera Barat di Etape II
SAWAHLUNTO — Pebalap pada etape II Tour de Singkarak (TdS) 2017 kali ini benar-benar merasa sensasi balapan. Mulai dari tanjakan hingga keindahan alamnya.
Etape II yang menempuh perjalanan sepanjang 155,9 kilometer dari Pantai Carocok Painan, Kabupaten Solok Selatan, menuju Kota Sawahlunto, Sumatera Barat itu, menempuh lima kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Yaitu Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Padang, Kabupaten Solok, Kota Solok, dan Kota Sawahlunto.
Dari masing-masing daerah itu, memiliki keindahan alam yang menarik simpati para pebalap. Sepanjang perjalanan yang dinilai memiliki pemandangan yang indah, telah dimulai di lokasi start yakni di Pantai Carocok. Lalu, perjalananpun dilanjutkan menuju Kota Padang.
Sepanjang perjalanan menuju Kota Padang, para pebalap disambut dengan pemandangan yang indah yang berada di Nagari Barung Balantai.
Di Barung Balantai, keindahan alamnya, paling dikenal dengan bentangan sawah yang luas, yang dikelilingi oleh pegunungan, serta adanya aliran sungai. Bagi masyarakat atau pengendara yang melewati daerah tersebut, dapat dipastikan untuk singgah sejenak.
Selanjutnya, keindahan juga bisa dilihat pada gerbang Perbatasan Pesisir Selatan – Kota Padang, yang berada di Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Di kawasan itu, ada satu spot yang menyambut para pebalap, yakni Air Terjun Bungus. Air Terjun ini, berada persis sebelah kiri dari arah Painan – Padang yang bisa terlihat saat melakukan turunan.
Keindahan lainnya, yakni Pantai Bungus yang dikelilingi oleh Bukit Lampu. Sepanjang jalan di Bukit Lampu, pebalap disuguhkan pemandangan Laut Taluk Bayur, yang begitu mempesona. Udara segar dan sejuk akan terasa di sepanjang jalan di Bukit Lampu tersebut.
Berlanjut saat memasuki Sitinjau dan Panorama. Di sini, merupakan titik pertama tanjakan bagi para pebalap untuk berpacu menjadi King of Mountaint pada TdS 2017 ini. Di Panorama itu, keindahan alam yang asri juga menyambut dan turut menyemangati para pebalap. Pemandangan ini pun, berlanjut pada lokasi selanjutnya yakni Air Sirah.
Kondisi kelelahan sudah terlihat, saat para pebalap memasuki kota tua yang bersejarah, yakni Kota Sawahlunto. Namun, di Sawahlunto ini para pebalap yang melakukan turunan, bisa memandang Kota yang kental dengan arsitektur bangunan lamanya.
Lokasi finis yang berada di Jalan Manin Jatin, Taman Segitiga, juga bisa terlihat beberapa cobong pabrik yang ada di Kota Sawahlunto tersebut. Antusias masyarakat di Sawahlunto untuk menyaksikan TdS 2017 ini, terbilang sangat tinggi, jika dibandingkan dengan sejumlah daerah yang telah dilalui etape pada TdS 2017.

Ketika diminati keterangan kepada pebalap asal Iran Khali Khorsid dari tim Tabriz Shahrdary, yang merupakan penakluk tanjakan King of Mountaint pada etape II, yang menyebutkan keindahan alam pada etape II ini benar benar indah. Meski cuaca di awal start hujan ringan, dan tidak berlangsung lama. Ia tetap menikmati keindahan alam pada etape II yang melalui lima kabupaten dan kota.
“Yang suka pemandangan yakni adanya pantai yang dikelilingi pegunungan itu,” katanya, Minggu (19/11/2017).
Etape II ini ada tiga titik tanjakan, pertama berada di Bungus Kota Padang, lalu Bukit Lampu, dan di Air Sirah. Ada sebanyak 101 pebalap yang ikut berpacu pada etape II ini dengan jarak tempuh 155,9 kilometer.
Namun, pada etape II ini, ada dua orang pebalap yang mengalami kecelakaan. Race Director TdS 2017 Jamal Mahmood, kecelakaan yang dialami oleh dua orang pebalap hanya soal teknis dalam balapan. Seperti halnya yang dialami oleh pebalap asal Iran yang awalnya memimpin etape II, harus terjatuh akibat dari saat mengendarai sepeda terlalu melebar, sehingga sulit untuk dikendalikan.
Ia mengaku, etape II tersebut memang terlihat sangat melelahkan para pebalap, karena ada tiga tanjakan, serta ditambah dengan kondisi cuaca yang cukup panas.