Orkes Keroncong Kodiklat TNI AD Gelar Pertunjukkan di Bentara Budaya Jakarta
JAKARTA — Tentara tidak hanya bisa memanggul senjata, tetapi ada juga yang bisa bermain musik dan punya grup musik. Di antaranya tentara yang tergabung dalam Orkes Keroncong Kodiklat TNI AD.
Grup Orkes Keroncong yang dipelopori oleh Letjen TNI Agus Kriswanto ini awalnya hadir untuk mengiringi jamuan makan tamu yang berkunjung ke Kodiklat TNI AD. Seiring kian bertambahnya permintaan, Orkes Keroncong Kodiklat TNI AD juga melayani permintaan dari luar kedinasan.
Kini Orkes Keroncong Kodiklat TNI AD Siap Tampil dalam acara ‘Keroncong Bentara’ di Bentara Budaya Jakarta pada 9 November 2017.
“Kita sebenarnya memiliki budaya dan kesenian yang sangat bernilai tinggi, salah satunya musik keconcong,” kata Dankodiklat Letjen TNI Agus Kriswanto.
Agus Kriswanto berharap pertunjukkan ini mempunyai tujuan agar generasi muda bisa mengetahui dan mengingat kembali bahwa kita memiliki budaya yang luhur.
Orkes Keroncong Kodiklat TNI AD berdiri pada 10 Oktober 2016 dan beralamat di Jl. Aceh No.50 Bandung. Para anggotanya antara lain: Risni Anjaswati (Vokalis), Martayudha Siregar (Keyboard), Sobirin Nurhidayat (Biola), Henhen Purnama (Plute), Andhika Rama (Gitar), Sugeng Santosa (Cuk), Doni Arsyad (Cak), Iwan Sutiawan (Cello) dan Septian (Contra Bass).
Pengalaman pentas Orkes Keroncong Kodiklat TNI AD terbilang panjang, yakni Polres Cimahi dalam rangka kunjungan Kapolri Tahun 2017, Polres Cimahi dalam rangka kunjungan Kakorlantas Mabes Polri Tahun 2017, Pentas acara 17 Agustus 2017 di Gasibu Bandung, PINDAD dalam rangka kunjungan Menteri Pertahanan RI, dan sebagainya.
Selain Orkes Keroncong Kodiklat TNI AD, juga tampil Ensemble Keroncong Pohon Hayat, yang merupakan sekelompok mahasiswa musik Institut Kesenian Jakarta, yang diprakarsai oleh Liliek Jasqee sebagai koordinator instrumen gesek pada prodi musik Institut Kesenian Jakarta pada tahun 2014. Awal mula berdirinya hanya memainkan musik-musik era Barok dan klasik, maupun sebagai pengiring pada acara-acara kampus.
Seiring perkembangannya, Ensemble Pohon Hayat, mengadakan kerjasama dengan beberapa pihak di luar kampus baik dalam formasi kecil (trio, kuartet, atau kuintet) hingga formasi besar (bigband/orkestra), dan tidak lagi hanya menampilkan musik-musik klasik saja, tetapi lebih fleksible sesuai kebutuhan pementasan misalnya pengiring lagu-lagu pop, keroncong , ballad, dan lain sebagainya.
Bentara Keroncong digelar Bentara Budaya Jakarta sebagai apresiasi atas ragam musik nusantara. Acara ini berlangsung setiap bulan dengan menampilkan dua kelompok yang membawakan langgam keroncong klasik, yakni berupa langgam keroncong asli, langgam Jawa, langgam stamboel, maupun inovasi.