Nelayan Air Bangis Keluhkan Infrastruktur TPI, Minim

PADANG – Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit mendapatkan keluhan terkait infrastruktur di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang masih minim, terutama TPI yang ada di TPI Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat.

Ia menyebutkan, infrastruktur yang dimaksud seperti belum adanya lemari pendingin untuk menyimpan ikan, serta susah mendapatkan batu es. Menurutnya, dari pandangannya produksi ikan yang ada di Air Bangis, dinilai cukup banyak dan kualitas ikan juga bagus.

“Kita akan coba carikan solusi untuk kebutuhan nelayan. Apalagi, daerah itu menghasilkan ikan yang bagus dan berkualitas. Informasi itu memang saya dapatkan ketika saya melakukan peninjauan Teluk Tapang di daerah tersebut,” katanya, ketika dihubungi Cendana News, malam ini, Rabu (22/11/2017).

Ia menjelaskan, dari informasi yang didapatkan, jumlah ikan per hari yang masuk di TPI Air Bangis itu, bisa mencapai 23-30 ton. Bahkan, jika dikalkulasikan selama setahun, bisa menghasilkan 400 ribu ton.

“Jumlah yang besar untuk produksi ikan. Apalagi, ikan disini juga dikirim ke daerah lain. Tidak hanya itu, kata nelayan ikan yang mereka tangkap juga diekspor,” ucapnya.

Nasrul juga mengatakan, pada tahun 2018, TPI Air Bangis akan dilakukan perbaikan dengan memperbaiki beberapa infrastruktur yang ada di TPI dengan dana dari Dinas Kelautan Perikanan (DKP).

“Saya berharap, nelayan untuk bersabar, karena kemungkinan besar tahun depan kita selesaikan persoalan nelayan tersebut,” tegasnya.

Sebelumnya, Nelayan Air Bangis, Dayat, menyatakan, selama ini persoalan infrastruktur penunjang TPI, memang sudah menjadi pembicaraan oleh para nelayan. Seperti perlu adanya lemari pendingin untuk hasil tangkapan ikan para nelayan.

“Kita harap Pemerintah Provinsi dapat membantu kami para nelayan dalam hal menyediakan infrastruktur penunjang di TPI Air Bangis ini,” jelasnya.

Harapan itu diakuinya sudah lama menjadi keinginan para nelayan, karena TPI Air Bangis merupakan salah satu TPI yang mengekspor hasil tangkapan nelayan hingga ke luar daerah dan bahkan luar negeri.

Lihat juga...