DPD 1 Golkar Jabar Ingin Setya Novanto Diganti

JAKARTA – Ketua DPD 1 Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mendesak DPP Golkar segera melakukan Musyawarah Nasional (Munas) untuk menggantikan Ketua Umum Golkar Setya Novanto (Setnov) yang kini terjerat kasus korupsi e-KTP.

Dalam waktu dekat, kata dia, pihaknya akan bermusyawarah antara semua DPD Provinsi dengan DPP pusat, guna membicarakan siapa sosok pengganti ketua umum Partai Golkar yang baru.

“Sudah ada pembicaran antara DPD 1 dengan DPP, nanti kami mengambil solusi secara bersama-sama untuk selesaikan kemelut Partai Golkar,” kata Dedi di Kebayoran, Jakarta Selatan, Rabu (22/11/2017).

Lanjut Dedi, partai yang berlambang pohon beringin itu bisa keluar dari problem yang dihadapi saat ini, dengan begitu Golkar kembali survive.

“Kita sudah bertemu Jusuf Kalla, pada prinsipnya, secara umum semua sesepuh partai Golkar menginginkan ada perubahan, baik itu dari struktur, maupun kultur partai Golkar itu sendiri,” tuturnya.

Dedi juga berharap ada perubahan formasi kepemimpinan dan kebudayaan, supaya Partai Golkar kembali lagi pada titahnya. Golkar merupakan partai modern yang kadernya menjunjung tinggi mekanisme dan memenuhi kualifikasi.

Setya Novanto yang kini mendekam di tahanan KPK itu, sangat mempengaruhi elektabilitas Golkar di provinsi Jawa barat. Dalam dua bulan terakhir elektabilitas partai cenderung menurun.

“Harus ada perubahanlah, nggak mungkin dong Golkar ranking 4,” kata Dedi.

Jadi, beber Dedi, tidak ada pilihan lain, kecuali Munaslub untuk menggantikan Setya Novanto. Jika tidak ada perubahan, maka diperkirakan Golkar tidak bisa menang pada pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2019 mendatang. Sebab, Jawa barat memiliki kontribusi 20 persen terhadap kemenangan di tingkat nasional.

“Saya berulang kali katakan, tidak ada kepentingan apa pun bagi saya kecuali harus ganti ketua umum. Selambat-lambatnya awal Desember ini sudah punya ketua umum Golkar yang baru,” pungkasnya.

 

Lihat juga...