Musim Panen, Stok Buah di Lampung Melimpah

LAMPUNG — Membanjirnya buah lokal hasil pertanian masyarakat, khususnya pada bulan November, sebagai puncak panen berbagai jenis buah membuat sejumlah pedagang memilih menjual beragam buah lokal di lapaknya.

Suminah (30), salah satu pedagang buah di jalur lintas Kecamatan Penengahan dan Ketapang mengaku sejak lima tahun terakhir masih berjualan
berbagai jenis buah, di antaranya pepaya California, jeruk siam Banyuwangi, mangga Indramayu, salak pondoh, labu, apel hijau, semangka, buah naga serta beberapa jenis buah lain.

Suminah menyebut, sebagian besar buah yang dijualnya merupakan buah lokal yang diambil dari beberapa petani pekebun di Kecamatan Palas sebagai penghasil buah pepaya California dan jeruk siam Banyuwangi, sementara sebagian buah lain didatangkan oleh distributor dari Malang untuk apel hijau, mangga Indramayu dari Indramayu, semangka dari wilayah Lampung Tengah dan Metro, sementara buah naga didatangkan dari wilayah Prabumulih dan wilayah Sragi.

Suminah, penjual buah di jalan lintas Kecamatan Penengahan dan Ketapang dominan menjual buah lokal. [Foto: Henk Widi
“Bulan November ini jenis buah cukup melimpah. Sebagian masih dalam proses pengiriman oleh distributor, siang ini datang dan kebutuhan untuk hari suci Galungan oleh mayoritas umat Hindu Bali sebagai bahan sesajen dan sajian bagi tamu juga ikut meningkatkan penjualan buah segar”, terang  Suminah, Sabtu (4/11/2017).

Berbagai jenis buah dari wilayah Lampung dan wilayah luar Lampung, diakuinya tetap dikenal sebagai buah lokal, membedakan dengan buah impor dari Australia, Amerika serta China yang banyak dijual oleh pedagang buah skala besar, di antaranya jenis apel Washington, kelengkeng, jeruk mandarin serta apel Australia. Harga yang lebih mahal membuat dirinya tidak menjual buah impor, menyesuaikan daya beli masyarakat di wilayah tersebut yang dominan memilih buah lokal.

Saat ini, meski puncak musim buah, ia mengaku harga buah cukup bervariasi. Buah jeruk dibeli dari distributor  Rp11.000 per kilogram dan dijual ke konsumen Rp13.000, buah mangga Indramayu dibeli dari distributor seharga Rp8.000 dijual Rp12.000, buah salak dibeli seharga Rp7.000 dan dijual seharga 10.000 per kilogram, buah semangka Rp3.000 dijual Rp6.000 per kilogram, buah waluh dijual seharga Rp10.000.

Sebagian buah yang dijual bahkan merupakan hasil pertanian warga, terutama jenis buah yang masih bisa diolah sebagai bahan makanan lain, di antaranya labu, ubi jalar, pepaya california, mangga madu, mangga golek, kuweni. Sebagian warga juga kerap menawarkan kepadanya buah yang menjelang matang untuk dijual di lapak yang berada di jalan lintas strategis tersebut.

Penjual buah lainnya, Andi (32), di Simpang Lima Kecamatan Ketapang yang berada di Jalan Lintas pantai Timur Lampung sebagai jalan lintas provinsi Sumatera Selatan ke Lampung, juga menyebut buah lokal masih mendominasi di lapaknya. Ia menyebut, buah impor yang dijualnya hanya jenis apel dan buah pir yang didatangkan dari China.

“Sebagian besar buah lokal yang saya jual berasal dari wilayah Provinsi Lampung, namun ada yang sengaja diimpor biasanya saya ambil dari distributor yang ada di pasar Pematang Pasir”, terang Andi.

Berbagai buah lokal yang dijualnya berupa kelengkeng, jeruk siam Banyuwangi, buah naga, pepaya California dan buah lokal lain dijual dengan harga mulai dari Rp10.000 hingga Rp25.000 per kilogram. Sementara jenis buah impor dijual dengan harga Rp30.000 hingga Rp40.000 per kilogram, banyak dibeli oleh masyarakat untuk pelengkap sesaji terutama di wilayah Ketapang banyak desa yang mayoritas warganya memeluk agama Hindu.

Musim buah atau melimpahnya buah pada bulan November, dengan masa berbunga sekitar bulan September diakui menguntungkan bagi warga pemilik tanaman buah di Dusun Siring Dalem, seperti dialami oleh Sinta, pemilik tanaman mangga dan pepaya California di lahan pekarangan dan kebun miliknya.

Sebagian buah mangga yang menjelang matang bahkan sudah dibeli dengan sistem tebas atau dibeli saat masih di atas pohon, sebagian dibeli dengan sistem timbangan.

Harga buah mangga saat masih di pohon, banyak dibeli dalam keadaan mentah, terutama untuk bahan pembuatan rujak dengan harga Rp500 per kilogram dan untuk buah matang dijual Rp2.000 per kilogram, sementara pepaya California dijual Rp3.000 per kilogram untuk dijual kembali dalam keadaan matang untuk bahan es buah, jus serta buah segar.

Selain sebagai tanaman peneduh, beberapa jenis pohon buah diakui Sinta memiliki manfaat sebagai sumber penghasilan saat musim berbuah, bahkan bisa menjadi tabungan jangka panjang.

Lihat juga...