MUI Dukung Sertifikasi Halal Hotel di Jakarta
JAKARTA – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin, menyebut Indonesia terlambat menyiapkan diri sebagai pelaku pariwisata halal.
Hal ini menurutnya, mengingat Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Namun demikian, Ma’ruf mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang menyiapkan diri sebagai pelaku pariwisata halal.
“Indonesia mulai berbenah diri menyiapkan hotel syariah, wisata syariah, restoran syariah, dan produk bersertifikasi halal lainnya. Kita siapkan seluruhnya,” kata Ma’ruf, saat ditemui di sela ‘Indonesia Halal Expo’ (INDHEX) 2017 LPPOM MUI di Gedung Smesco, Jakarta, Kamis (16/11/2017).
Baca: Sertifikasi Halal, Mendag: Beri Jalur Khusus UMKM
Dirinya juga mendukung rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengembangkan wisata halal dengan mendorong hotel konvensional hijrah ke basis syariah. “MUI dukung rencana Pemprov DKI Jakarta untuk menyertifikasi halal hotel-hotel di Jakarta. Pokoknya, MUI mendorong sertifikasi halal hotel-hotel di Jakarta itu,” tegas Ma’ruf.
Menurutnya, mendorong setiap Pemprov menyertifikasi halal butuh peran masyarakat. Sebab, wisata halal sesuai identitas masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Dan, jika digencarkan pelan-pelan dengan edukasi dan sosialisasi, maka kalau semua wajib, bisa semua diterapkan.
Menurutnya, sangatlah penting langkah itu, karena sejumlah negara tetangga menyatakan kesiapannya menghadirkan pariwisata halal, seperti, Taiwan, Jepang, Korea Selatan (Korsel).
Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN) MYI ini juga menilai, seluruh daerah wisata Indonesia potensial mendeklarasikan pariwisata halal. Apalagi menurutnya, destinasi halal cukup banyak kawasannya.
“Kalau wisata boleh apa saja, tapi karena yang penting fasilitasnya mendukung memberi kenyamanan pengunjung,” ujarnya.
Ma’ruf juga menilai, Bali menjadi daerah yang potensial menyediakan pariwisata halal. Karena, selain memiliki masyarakat muslim, Bali juga menjadi tujuan wisata negara Asia Tenggara dan Timur Tengah.
Baca: Sertifikasi Halal Kekuatan Daya Saing
“Tinggal bagaimana mengelola Bali dengan fasilitas pendukungnya sesuai prinsip syariah. Misalnya, hotel syariah dan resto halal diperbanyak,” pungkas Ma’ruf.