Macan Tutul Kalimantan Langka Tertangkap Kamera di Suaka Malaysia
KUALALUMPUR – Macan tutul Kalimantan dan dua anaknya tertangkap kamera saat menembus hutan lindung Malaysia pada pekan lalu. Penampakan hewan yang sulit ditangkap itu pada siang hari di alam bebas tersebut menjadi penampakan yang langka.
Jenis kucing besar tersebut hanya ditemukan di pulau Kalimantan dan Sumatra. Hewan tersebut oleh ahli ilmu hewan disebut Neofelis diardi. Diperkirakan saat ini hanya sekira 700 ekor yang diperkirakan hidup di lingkungan. Penyusutan jumlah populasinya akibat dari aktivitas perburuan dan penggundulan hutan.
“Hampir tidak pernah terdengar orang melihatnya pada siang hari, apalagi bersama anak-anaknya,” kata seorang Fotografer Michael Gordon yang berhasil merekam keberadaan Macan Tutul tersebut, Sabtu (11/11/2017).
Dalam tayangan terlihat hewan itu menyeberang jalan dan berjalan ke semak di Deramakot di negara bagian Sabah, Malaysia, di Kalimantan. Di lokasi tersebut sebelumnya pada 2010 sempat terlihat keberadaan kucing besar tersebut.
“Macan tutul Sunda sangat sulit ditemukan di sebagian besar wilayahnya, tapi 3 tahun belakangan, saya di Deramakot sudah beberapa kali melihatnya,” kata juru foto tersebut.
World Wide Fund for Nature (WWF) mencatat, dunia Lingkungan hidup hewan itu menyusut sepersepuluh setiap tahun dalam dua dasawarsa belakangan. Penurunan populasi lebih diakibatkan oleh perburuan dan penggundulan hutan untuk tujuan dagang. Mereka makan monyet, rusa kecil, burung dan kadal, dan menjadi pemangsa utama di Kalimantan, pulau bersama Malaysia, Indonesia dan Brunei.
Pada 2007, penelitian genetik menunjukkan jenis itu berbeda dari kerabat terdekatnya, macan kumbang, atau Neofelis nebulosa, yang pertama digambarkan secara ilmiah oleh peneliti alam Inggris Edward Griffith pada 1821. Sebaran macan tutul meluas dari Nepal di anak benua India ke Cina selatan dan seluruh Asia Tenggara. Macan tutul pulau itu memiliki tanda awan kecil, garis ganda di punggungnya dan bulunya lebih gelap daripada jenis daratan. (Ant)