Konsistensi Pola Permainan Masih Jadi Catatan Pelatih Soft Tenis
JAKARTA – Konsistensi, mental, manajemen fisik dan pola permainan atlet soft tenis Indonesia menjadi catatan tersendiri dari pelatih. Catatan tersebut merupakan hasil evaluasi dari keikutsertaan dalam turnamen uji coba Asian Games 2018 yang bertajuk Indonesia Open Soft Tennis Championships 2017.
Pelatih Timnas Soft Tenis Indonesia Medi Mulyono menyebut, para pemainnya masih berkutat pada pukulan yang keras, tapi belum sepenuhnya menggunakan teknik yang lebih baik.
“Kadang masih terjadi pukulan yang akurasinya belum baik. Saya melihat bagaimana ketenangan dan konsentrasi pemain belum berjalan konsisten saat di lapangan. Bahkan, meski sudah memimpin poin, malah jadi berbalik. Itu bagian dari konsistensi pola permainan yang akan jadi bahan evaluasi setelah ini,” kata Medi, Sabtu (25/11/2017).
Indonesia berhasil meraih delapan medali termasuk satu emas pada turnamen uji coba Asian Games 2018 yang digelar di kompleks lapangan tenis Bukit Asam, Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, 19-24 November 2018. Hasil tersebut dinilai pelatih Medi Mulyono dan Gularso Muljadi tidak boleh membuat punggawanya puas.
Target utama dari Pemusatan Pelatihan Nasional (Pelatnas) Soft Tenis adalah gelaran Asian Games 2018 mendatang. Meski masih ada waktu untuk melakukan persiapan menghadapi laga tersebut, tetap harus dilakukan persiapan yang matang untuk menghadapi laga di Asian Games 2018 tersebut.
“Dari sisi permainan, semua upaya yang sudah dilakukan atlet di ajang ini telah menunjukkan kualitas yang lebih baik. Namun, masih ada catatan terkait kelemahan atlet dari sisi pola permainan. Karena, terkadang masih terjadi salah koordinasi di nomor ganda dan kadangkala atlet belum bisa tenang secara utuh saat pertandingan,” tutur Gularso.
Sementara itu dari informasi yang ada di jajaran Pengurus Pusat Persatuan Soft Tenis Indonesia (PP PESTI), seluruh atlet yang tergabung di timnas soft tenis Asian Games akan menjalani pemusatan pelatihan dan beberapa turnamen di mancanegara.
Namun, sampai saat ini belum ditentukan negara mana saja yang bakal menjadi tujuan dua program tersebut kendati pernah dinyatakan akan berada di negara dengan historis soft tenis yang panjang. (Ant)