Kenduri E-UKM akan Digelar di Balikpapan

BALIKPAPAN — Seiring tumbuhnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan mendukung UMKM daerah memasuki pasar E-commerce, Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) akan menggelar kenduri e-UKM di kota Balikpapan.

Kenduri yang diselenggarakan di kota Balikpapan untuk mempercepat pertumbuhan e-Commerce di Indonesia melalui stimulus dan pembekalan kepada pelaku UMKM.

Balikpapan adalah kota kedelapan yang menjadi tuan rumah Kenduri e-UKM. Tujuh kota sebelumnya, yaitu Yogyakarta, Makassar, Bandung, Surabaya, Medan, dan Pontianak. Setelah Balikpapan akan ada tiga kota lain yang akan menjadi tuan rumah Kenduri e-UKM, yaitu, Semarang, Solo dan Denpasar. Kenduri e-UKM yang diselenggarakan di Balikpapan pada 9 November 2017.

“Program pemberdayaan e-UKM akan terus kami gelar di berbagai daerah di  Indonesia. Diharapkan program Kenduri e-UKM ini dapat memberikan pembekalan, jaringan  baru, dan solusi untuk para pelaku UMKM untuk bertransformasi secara digital, agar bisa berdagang secara online lebih cepat, aman, dan efisien dalam memberikan pelayanan kepada pembelinya”, ungkap Aulia E. Marinto, Ketua Umum idEA, Sabtu (4/11/2017).

Ia juga mengatakan, idEA selaku wadah berkumpulnya pelaku dan atau perusahaan e-commerce dan pendukungnya akan terus konsisten memberikan program edukasi bersama pemerintah daerah baik provinsi dan kota untuk mendorong program penguatan UMKM, salah satunya adalah melalui akses pasar. Sehingga akses pasar di era e-commerce bisa dimanfaatkan secara luas untuk UMKM baik pasar domestik maupun pasar global.

“Harapannya e-Commerce dapat menjadi solusi dalam menciptakan multiplier-effect terhadap tumbuhnya perekonomian nasional,” harapnya.

Dijelaskannya, kenduri e-UKM idEA akan mengedukasi 2.000 pelaku UMKM yang berasal dari 11 provinsi. Tidak hanya edukasi, pihaknya juga akan mendata lebih dari 1.000 produk unggulan di masing-masing provinsi, agar ke depan dapat berkolaborasi dengan platform marketplace atau solusi e- commerce lainnya untuk menembus pasar domestik dan global.

“Target edukasi 2.000 pelaku UMKM tersebut juga menjadi tantangan dan misi idEA agar transformasi digital pelaku UMKM dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Pada 2018, harapannya akan lebih banyak program kerjasama dengan pemerintah daerah untuk memberikan edukasi dan akses pasar kepada pelaku usaha baik produk unggulan daerah maupun usaha mikro,” terangnya.

Pada kenduri e-UKM itu akan diisi dengan progam pelatihan 1 hari penuh yang akan membahas 7 topik diantaranya, pemasaran digital dengan media sosial, pengalaman berdagang dan branding sebagai nilai tambah.

Lihat juga...