Jepang Curigai Korut Akan Uji Peluru Kendali Kembali
TOKYO – Jepang menangkap gelombang radio, yang mengisyaratkan Korea Utara kemungkinan menyiapkan peluncuran peluru kendali balistik lagi. Kecurigaan tetap muncul meski keberadaan gelombang semacam itu tidak seperti biasa dan gambar satelit tidak menunjukkan kegiatan baru.
Setelah menembakkan peluru kendali dengan selang waktu sekitar dua atau tiga bulan sejak April. Peluru kendali Korut diluncurkan pada September, setelah Korut meledakkan roket melewati pulau Hokkaido di Jepang utara.
Pemerintah Jepang mewaspadai kemungkinan adanya peluncuran peluru kendali setelah menangkap gelombang radio tersebut. Dengan sinyal tersebut memunculkan prediksi peluncuran bisa dilakukan dalam beberapa hari. Laporan tersebut juga mengatakan bahwa gelombang itu mungkin terkait dengan pelatihan militer musim dingin oleh militer Korut.
Korut sedang mengejar program senjata nuklir dan misilnya yang menentang sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta tidak merahasiakan rencananya untuk mengembangkan misil yang mampu mencapai daratan Amerika Serikat. Korut telah menembakkan dua misil ke Jepang.
Kantor berita Korea Selatan Yonhap, mengutip sumber pemerintahnya, juga melaporkan bahwa pejabat intelijen Amerika Serikat, Korsel dan Jepang baru-baru ini mendeteksi tanda-tanda kemungkinan peluncuran misil tersebut dan telah siaga lebih tinggi.
Menteri Unifikasi Korsel Cho Myoung-gyon mengatakan, bahwa ada pergerakan yang patut ditandai dari Korut sejak peluncuran misil terakhirnya pada pertengahan September. “Korut belum melakukan tes nuklir atau misil baru, tapi baru-baru ini kami telah melihat mereka terus-menerus menguji mesin dan melakukan uji coba bahan bakar. Tapi kita perlu waktu lebih lama untuk melihat apakah ini terkait langsung dengan tes misil dan nuklir,” kata Cho, Selasa (28/11/2017).
Terpisah, saat ditanya tentang laporan media, juru bicara Pentagon, Kolonel Robert Manning mengatakan, pihaknya terus mengawasi Korut dengan sangat cermat. “Itu upaya dipimpin secara diplomatik pada saat ini, didukung pilihan militer. Persekutuan Republik Korea dan AS tetap kuat dan mampu melawan provokasi atau serangan Korut,” katanya.
Dua sumber pemerintah AS yang akrab dengan penilaian resmi atas kemampuan dan aktivitas Korut mengatakan, bahwa sementara mereka tidak segera mengetahui adanya pengintaian baru-baru ini yang menunjukkan bahwa Korut sedang mempersiapkan untuk meluncurkan tes misil baru. Pemerintah AS tidak akan terkejut jika tes tersebut dilakukan untuk berlangsung dalam waktu dekat.
Pejabat intelijen AS lainnya mengatakan bahwa Korut sebelumnya telah mengirimkan tanda-tanda persiapan tes misil dan nuklir yang menyesatkan dengan sengaja. Upaya tersebut sebagai bagian untuk menutupi persiapan nyata, dan untuk menguji AS serta intelijen sekutu dalam kegiatannya.
Cho mengatakan Korut dapat mengumumkan penyelesaian program nuklirnya dalam waktu satu tahun, karena bergerak lebih cepat dari yang diperkirakan dalam mengembangkan persenjataannya. Korut membela program senjatanya dengan menyatakannya sebagai pertahanan untuk melawan serangan AS, yang menempatkan 28.500 tentara di Korsel, peninggalan perang Korea 1950-1953, tapi menolak memiliki niat tersebut. (Ant)