Ini Hikmah Kasus Korupsi KTP-El

JAKARTA – Selalu ada hikmah dalam setiap kasus. Tidak kecuali dalam kasus korupsi KTP-El. Demikian pernyataan Anggota DPR RI, Effendi Simbolon.

Ia mengajak untuk tidak lagi melihat ke belakang. Saatnya membentuk seluruh elemen masyarakat, khususnya penyelengggara negara, untuk memberikan respeknya kepada seluruh rakyat Indonesia.

Sebagai anggota dewan terhormat, ia sadar diri bahwa rakyat memberikan kepercayaan pada anggota DPR di Senayan, tapi kemudian disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak menyangkut kepentingan rakyat.

“Ada yang ingin saya sampaikan, terlepas dari persoalan ini adalah persoalan yang menjengkelkan, terkait kasus KTP-El, saya justru melihat ada hikmahnya, sudah lama kita tidak bongkar-bongkaran,“ kata Effendi Simbolon, sebagai keynote speaker dalam acara diskusi publik bertajuk ‘Babak Akhir Jumbo Korupsi e-KTP 2,3 T: Siapa Susul Setnov’ di Jakarta Selatan, Rabu (29/11/2017).

Lebih lanjut, Effendi menerangkan, kadangkala persoalan itu selesai karena ada persoalan lain. “Jarang kita membongkar itu, karena memang secara normatif itu akan terbongkar, dan inilah saatnya menurut saya, kita tidak lagi melihat ke belakang, saatnya membentuk seluruh elemen masyarakat, khususnya penyelengggara negara, untuk memberikan respeknya kepada seluruh rakyat Indonesia”, katanya.

Menurut Effendi, terlepas dari apa pun, ia membaca di berbagai media, ada semua partai, semua fraksi, jadi ini minus satu partai yang katanya dulu belum ikut, mungkin kalau ikut ada di dalamnya juga turut terlibat.

“Jadi, bayangkan begitu prihatinnya kita terhadap tata kelola negara kita, begitu baiknya, begitu mulianya rakyat memberikan kepercayaan pada kami di Senayan, tapi kemudian disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak menyangkut kepentingan rakyat”, ungkapnya.

Effendi menyampaikan, tanpa harus bicara lebih jauh, jika KTP-El hanya satu kasus dari sekian banyak kasus yang terpendam di Senayan. “Ini bisa ada karena konspirasi, antara triparkit, jadi antara pemerintah, DPR dan swasta, “ paparnya.

Analogi Effendi, kalau Tuhan saja membuat sistem predator di dunia ini, makanya kita melihat kucing dan tikus tidak pernah berteman, kucing dengan anjing tidak berteman.

“Tapi, di dunia ini ternyata bisa berteman, saya mengilustrasikan, kalau tikus dengan kucing, kucing dengan anjing, mohon maaf dengan penjaga gudangnya juga berteman, maka jadilah kasus seperti KTP-El, ini”, tandasnya.

Lihat juga...