Hujan dan Tonase, Akibatkan Jalan Rusak di Lampung

LAMPUNG – Musim penghujan di wilayah Lampung ikut berdampak pada kondisi infrastruktur jalan provinsi di Kabupaten Lampung Selatan di antaranya ruas jalan provinsi Kecamatan Penengahan ke Kecamatan Ketapang dan ruas jalan provinsi Kecamatan Palas serta Kecamatan Sragi.

Wayan, salah satu warga Dusun Sri Pendowo Barat Desa Sri Pendowo menyebut, datangnya musim hujan ikut mempercepat kerusakan jalan di wilayah tersebut terutama pada bagian jembatan Siring Dalem yang dipenuhi lubang dengan aspal yang mengelupas.

Kerusakan jalan selama musim hujan tersebut diakuinya cukup beralasan karena sebagian pondasi jalan amblas akibat tergerus air di antaranya di titik Dusun Siring Dalem. Tanpa adanya saluran drainase yang baik, berimbas air yang seharusnya mengalir ke tepi jalan justru menggenang di badan jalan hingga kedalaman 30 sentimeter bahkan lebih pada beberapa titik. Di depan perumahan warga Dusun Sri Pendowo Barat yang dihuni oleh masyarakat transmigran dari Provinsi Bali tersebut bahkan genangan air semakin banyak akibat adanya banyak lubang saat musim penghujan.

“Sudah semenjak tahun 2012 diusulkan melalui kecamatan, kabupaten bahkan hingga provinsi, namun perbaikan baru dilakukan secara bertahap dengan sistem rigid beton. Dimulai dari Desa Karangsari dan Desa Sri Pendowo. Sekaligus perbaikan gorong-gorong, namun di bagian ruas Dusun Sri Pendowo Barat belum ada perbaikan,” terang Wayan, salah satu warga Dusun Sri Pendowo Barat Desa Sri Pendowo Kecamatan Ketapang, saat ditemui Cendana News di depan rumahnya, Rabu (29/11/2017).

Wayan, warga Dusun Sri Pendowo Barat Desa Sri Pendowo Kecamatan Ketapang di depan rumah yang ada di ruas jalan Provinsi Lampung dengan kondisi rusak. [Foto: Henk Widi]
Kerusakan pada ruas jalan provinsi sepanjang hampir lima belas kilometer dari wilayah kecamatan Penengahan hingga kecamatan Ketapang tersebut, diakuinya, selain faktor kondisi hujan juga jalan poros penghubung antarkecamatan dan menuju ke kabupaten Lampung Timur tersebut kerap dilintasi ole truk bertonase berat. Truk bermuatan material pasir penyuplai material pembangunan jalan tol trans Sumatera disebutnya ikut menyumbang kerusakan jalan, termasuk truk pengangkut hasil bumi saat musim panen jagung dan padi.

Kondisi kerusakan pada ruas jalan provinsi juga terjadi di jalan penghubung kecamatan Penengahan, Palas dan Sragi dengan kerusakan terjadi hampir merata di setiap desa diantaranya desa Kekiling kecamatan Penengahan, berada di dekat fly over STA 20 JTTS yang tengah dibangun, kerap dilalui kendaraan pengangkut material tol. Selain itu juga jalan rusak yang ada di Desa Sukaraja, Sukamulya, Palas Pasemah, Palas Bangunan, Palas Jaya, Bandanhurip yang semuanya di Kecamatan Palas hingga jalan di Desa Sukapura dan Desa Sukarandeg Kecamatan Sragi.

Efendi, salah satu warga Desa Palas Jaya menyebut, kondisi akses jalan yang berada di dekat aliran sungai beberapa di antaranya merupakan tanggul dengan kondisi jalan aspal yang telah amblas. Warga bahkan terpaksa melakukan upaya swadaya dengan melakukan penambalan jalan menggunakan batu dan tanah.

“Saat musim hujan tiba material tanah timbunan tergerus air ditambah musim panen raya padi banyak truk bermuatan gabah yang tonasenya lebih dari 20 ton melintas. Kerusakan jalan makin parah,” beber Efendi.

Jalan berlubang dan berlumpur di ruas jalan provinsi yang saat hujan tetap menjadi akses warga Palas dan Sragi setiap hari. [Foto: Henk Widi]
Pengendara yang melintas di ruas jalan Provinsi Penengahan, Palas, dan Sragi bahkan kerap membutuhkan waktu tempuh lebih lama dengan kondisi kerusakan jalan provinsi yang tak kunjung mendapat upaya perbaikan dari pemerintah provinsi Lampung tersebut. Beberapa titik yang kerap digenangi air di antaranya di Desa Palas Jaya bahkan berpotensi semakin amblas saat intensitas hujan semakin meningkat di wilayah tersebut.

Beberapa pemilik kendaraan roda empat di antaranya juga mengalami kerusakan dengan kondisi patah as akibat terperosok ke lubang di Desa Sukaraja. Ada pula pengendara kendaraan roda dua yang mengalami kecelakaan karena akses jalan provinsi tersebut juga terhubung ke kecamatan Way Panji, Kalianda, hingga tembus ke Lampung Timur sebagai akses distribusi hasil pertanian dan transportasi warga.

Lihat juga...