Haryono Suyono Ajak Warga Kampung Wisata Topeng untuk Berbagi

MALANG — Dewan Penasehat Kementerian Desa, Prof.Dr.Haryono Suyono menyebutkan, masyarakat yang tinggal di kampung wisata topeng harus belajar bagaimana caranya berbagi dengan yang masih miskin, berbagi apa saja termasuk berbagi senyum.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri acara Silaturahmi Ekspedisi Nusantara Jaya di Kampung wisata Topeng, Kota Malang, Minggu (25/11/2017).

Di informasikan, Kampung Topeng merupakan salah satu kampung tematik di kota Malang yang terletak di Dusun Baran, Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang. Kampung ini dibangun atas kerjasama pemerintah kota Malang dengan Kementerian Sosial guna menampung sekaligus memberikan tempat tinggal yang layak kepada pengemis dan gelandangan yang ada di kota Malang.

Lebih lanjut pria yang pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) ini, mengaku sangat bersyukur karena ia melihat warga kampung wisata Topeng yang dulu hidup di hunian yang tidak layak, sekarang bisa menikmati hidup di tempat tinggal yang layak.

“Kami sangat bersyukur karena melihat bapak ibu yang ada disini sudah bahagia karena Pemerintah kota Malang melalui Dinas sosialnya telah menyediakan rumah yang layak. Tidak ada alasan lagi bagi mereka untuk menengadahkan tangan,” ujarnya.

Tangan kita sekarang harus menghadap ke bawah karena kita harus berbagi dengan rakyat yang masih miskin lainnya, imbuhnya.

Menurutnya, warga kampung Topeng harus bisa berbagi apa saja. Kalaupun mereka tidak punya apa-apa untuk di bagi, berbagilah senyuman.

“Berbagi senyum agar dilihat oleh Allah bahwa yang tersenyum itu mempunyai kesempatan untuk bahagia dan sejahtera,”tuturnya.

Kalau toh tidak bisa tersenyum terus di dunia, nanti di akhirat akan disediakan surga dimana akan disambut oleh bidadari-bidadari cantik, tandasnya.

Haryono Suyono bersama Wali Kota Malang (kiri)/Foto: Agus Nurchaliq

Sementara itu Wali Kota Malang, Mochammad Anton mengatakan, pihaknya melalui Dinas Sosial sengaja memberikan tempat tinggal di kampung wisata Topeng ini agar lebih mudah memantau dan memberikan pembinaan.

“Kami bawa mereka kesini dan kami sediakan lahan sekitar 5.000 meter persegi untuk dibangun tempat tinggal hasil kerjasamakan dengan Kementerian Sosial,” terangya.

Di Kampung Topeng mereka dibina untuk menjadi wirausahawan sehingga dapat menghasilkan sebuah produk diantaranya Topeng Malangan dan makanan ringan. Kemudian dari produk tersebut akan difasilitasi pemasarannya oleh Dinas Sosial.

“Jadi warga yang sudah tinggal disini tidak perlu dan tidak boleh lagi turun ke jalanan,” pungkasnya.

Lihat juga...