Fasilitas Sentra Industri Tahu dan Tempe di Balikpapan, Diperbaiki
BALIKPAPAN – Kota Balikpapan sejak tahun 1990-an telah memiliki pusat industri tahu tempe yang berlokasi di kawasan Somber, Balikpapan Utara. Di kawasan tersebut terdapat 118 perajin tahu dan tempe. Sekaligus menjadi rumah produksi pengolahan kedelai yang menjadi tahu tempe untuk memasok kebutuhan di Balikpapan.
Pusat industri tahu tempe ini mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah dan pusat. Terbukti tahun 2018, sentra Industri ini mendapatkan kucuran anggaran perbaikan fasilitas dan penambahan rumah produksi.

“Kami sudah usulkan ke pusat melalui Kementerian Perindustrian yaitu Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 4 miliar. DAK itu untuk revitalisasi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di Somber,” ucap Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian, Doortje Marpaung saat ditemui, Selasa (28/11/2017).
Dijelaskannya, sosialisasi revitalisasi IPAL mulai hari ini dilakukan. Hal itu agar limbah yang ada industri tahu tempe ini dapat diolah dengan baik dan tidak mencemari lingkungan.
“Sudah diusulkan untuk kegiatan Somber 2018 kami juga usulkan kelanjutan untuk sentra industri di Teritip,” papar Doortje.
Selain itu, pemerintah kota juga usulkan anggaran penyelesaian rumah produksi tahu tempe pada APBD 2018.
“Total di situ ada 94 bangunan rumah produksi. Masih kurang 14 unit yang rencananya kita selesaikan tahun depan dan sudah diusulkan,” sebut perempuan yang pernah menjabat Kabag Humas Balikpapan.
Doortje menambahkan produksi UKM tahu tempe di Somber setiap harinya mencapai 150-200 kilogram kedelai.
“Jumlah kedelai yang diproduksi itu untuk memasok kebutuhan tahu tempe di Balikpapan,” tambahnya.