Demo Angkutan ‘Online’ Berakhir Ricuh, Tiga Mobil Rusak
MAKASSAR — Ratusan supir angkot yang tergabung dalam AMMTI (Aliansi Masyarakat Moda Transportasi Indonesia) mendatangi kantor Gubernur di Jalan Urip Somoharjo. Selain menutup jalan protokol, pendemo juga tampak memeriksa setiap mobil yang lewat.
Demo yang dilakukan AMMTI ini sudah yang kesekian kalinya, dengan tuntutan yang sama, yaitu diberlakukannya Permenhub 108 Tahun 2017 secara efektif.
Ketua Aksi, Zainal Abidin menyebutkan, permasalahan antara angkutan konvesional dan online tersebut sudah cukup lama.
“Kami berharap pemerintah tidak akan tinggal diam,” jelas Zainal Abidin pada wartawan di Makassar, Rabu (1/11/2017).
Baca Juga: Menhub Sosialisasikan Peraturan Baru Taksi Daring
Aksi tersebut sempat ricuh dipicu karena tidak dapat bertemu Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo.
Selain itu, sebuah kendaraan pribadi juga mengalami kerusakan pecah kaca yang cukup parah karena diduga sebagai angkutan berbasis online.
Wakapolres kota Makassar, AKBP Hotman Sirait sangat menyayangkan aksi yang berakhir ricuh tersebut. Pada awal pihaknya mengira aksi ini merupakan aksi damai, namun ternyata ada beberapa orang yang melakukan pelemparan dan pengerusakan dalam aksi ini.

Disebutkan juga, pihaknya mengamankan seseorang yang diduga melakukan pengerusakkan.
“Saat ini kami telah mengamankan salah seorang yang melakukan pengerusakan terhadap sebuah mobil. Ada tiga mobil yang mengalami kerusakan dalam aksi ini , Nantinya kami akan melakukan penyelidikkan lebih lanjut jika korban melakukan pelaporan,” ujar Hotman.