JAKARTA — Banjir masih menjadi momok bagi warga Ibu Kota. Apalagi intensitas curah hujan akhir-akhir ini semakin tinggi sehingga perlu diantisipasi. Begitu juga siklus iklim yang sekarang sangat tidak bisa diprediksi. Untuk itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno meminta kesiapsiagaan seluruh aparatur, terutama di tingkat kelurahan dan kecamatan untuk mengantisipasi potensi terjadinya banjir di Jakarta.
“Setiap hari kita lakukan pemantauan kesiapsiagaan ini untuk beberapa bulan ke depan, terutama di tingkat kelurahan dan kecamatan untuk mengantisipasi potensi terjadinya banjir di Jakarta, “ kata Sandi, Selasa (21/11/2017)
Lebih lanjut, Sandi menerangkan, Pemprov DKI dapat ikut memastikan ketangguhan kota ini dalam menghadapi siklus iklim yang sekarang sangat tidak bisa diprediksi.
“Kami juga pastikan seluruh SDM perlu mendapat sosialisasi atau penyuluhan dan pelatihan mitigasi bencana,” terang Sandi.
Menurut Sandi, aparatur perlu melaksanakan tiga pedoman untuk mengatasi terjadinya potensi banjir. Ketiga pedoman dasar tersebut, yakni, Siaga, Tanggap dan Galang. Siaga berarti waspada dan siap pada segala kemungkinan. Kemudian, Tanggap bermakna dapat merespons cepat kemungkinan terjadinya bencana.
“Terakhir, Galang memiliki arti bahwa penanganan suatu bencana memerlukan partisipasi dari seluruh elemen masyarakat,” tandasnya.