Anies: Mulai 26 November Monas Dibuka untuk Kegiatan Agama

JAKARTA — Monumen Nasional (Monas) menjadi landmark Jakarta, yang selalu menarik bagi seluruh warga Indonesa, baik yang di Jakarta maupun di luar Jakarta. Tujuan pembangunan Monas untuk mengenang dan mengabadikan kebesaran perjuangan Bangsa Indonesia dan juga sebagai wahana untuk membangkitkan semangat patriotisme Bangsa Indonesia.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebutkan, sudah sewajarnya Monas bebas dibuka untuk kegiatan positif apa saja, termasuk kegiatan agama. Mulai 26 November 2017 lapangan Monumen Nasional (Monas) akan dibuka kembali untuk kegiatan agama.

Pernyataan tersebut disampaikan Anies, saat bicara di acara peringatan maulid Nabi Muhammad SAW dan haul ke-19 pendiri Yayasan Abuya KH. M. Thohir Rohili Yayasan Adoniyah Attahiriyah di Komplek Masjid At-Taqwa At-Tahiriyah, No. 68, Kel. Bukit Duri Kec. Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (19/11/2017).

“Insha Allah tanggal 26 November, Ahad malam kami akan memulai penggunaan Monas untuk kegiatan zikir,” kata Anies.

Lebih lanjut, Anies menerangkan, penyelenggara acara tersebut adalah Pemprov DKI. Acara Ahad pekan depan yang sekaligus merayakan Hari Pahlawan, itu akan dibungkus dengan tema ‘Tausiyah Kebangsaan’ dan akan dimulai dengan shalat Isya berjamaah.

“Kita mengundang semua warga DKI Jakarta untuk hadir, sekaligus ini menandakan dibukanya kembali Monas untuk kegiatan-kegiatan yang lengkap,” terang Anies.

Para jamaah di acara itu menyambut meriah kebijakan itu. Secara serentak, mereka mengucapkan takbir.

Anies memaparkan akan menggelar acara mulai dari pagi hingga malam hari. Acara dimulai pada pagi hari, di mana akan ada parade kebudayaan.

“Pada malam hari, setelah shalat isya diggelar zikir bersama, “ paparnya.

Selain itu, acara tersebut akan dihadiri para pemuka agama dan tokoh masyarakat.

“Kami akan menyelenggarakan tausiah kebangsaan. Selesai shalat isya, dilanjutkan zikir dan tausiah,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Anies berpesan untuk selalu meneladani sifat dan karakter Nabi Muhammad SAW.

“Dengan maulid ini mengingatkan kita tentang sifat dan karakter Nabi Muhammad SAW,” tuturnya,

Anies sudah berjanji akan mengizinkan pelaksanaan kegiatan kesenian, kebudayaan, dan keagamaan di Monas. Untuk itu, Anies akan mengubah peraturan gubernur (pergub) atau surat keputusan (SK) gubernur yang selama ini melarang ada kegiatan agama di kawasan lapangan Monumen Nasional (Monas).

Selama ini, aturan yang terkait Monas, yaitu SK Gubernur DKI Jakarta Nomor 150 Tahun 1994 tentang Penataan Penyelenggaraan Reklame di Kawasan Taman Medan Merdeka (Monumen Monas) dan SK Gubernur DKI Jakarta Nomor 14 Tahun 2004 Tentang Penyelenggaraan Reklame dan Bentuk Baliho, Umbul-Umbul, dan Spanduk di Jakarta.

Menurut Anies aturan terkait larangan menggelar kegiatan agama, kebudayaan, dan pendidikan di kawasan lapangan Monas mengalami penambahan poin.

“Ya. Penambahan poin saja. Nanti biro hukum yang mengeluarkan aturan,” tegasnya

Anies menerangkan, penambahan poin itu berupa pemberian izin untuk menggelar acara agama, kebudayaan, dan pendidikan. Sebelumnya, tempat itu hanya dipergunakan acara kenegaraan.

“Cuma penambahan saja. Kalau kemarin hanya digunakan untuk acara kenegaraan dan lain-lain diberikan. Kalau sekarang boleh acara kebudayaan, pendidikan, dan agama,” pungkasnya.

Dalam masa kampanye Pilkada DKI, Anies memang menjanjikan akan mengembalikan suasana keberagamaan di Ibu Kota. Salah satunya dengan membolehkan warga DKI untuk melakukan kegiatan takbir keliling. Selain itu, kegiatan keagamaan lain juga digalakkan.

Lihat juga...