Akibat Banjir Bandang, Warga Kesulitan Air Bersih

LOMBOK TIMUR – Banjir bandang disertai hujan lebat yang melanda empat kecamatan, yaitu Kecamatan Keruak, Kecamatan Jerowaru, Kecamatan Sakral dan Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Sabtu, telah merendam dan mengakibatkan ratusan rumah milik warga mengalami kerusakan ringan hingga berat.

Banjir juga mengakibatkan fasilitas infrastruktur  seperti jalan dan jembatan mengalami kerusakan, termasuk mengakibatkan warga mengalami kesulitan air bersih.

Warga Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur nampak berjalan di antara perumahan yang rusak akibat banjir bandang/Foto: Istimewa

“Akses air bersih warga mengalami gangguan akibat banjir, karena saluran air maupun sumur warga rusak. Kebutuhan akan air bersih pun sangat mendesak untuk dipenuhi,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Muhammad Rum, Senin (20/11/2017).

Selain air bersih, kebutuhan lain yang mendesak untuk segera dipenuhi adalah logistik. Yaitu berupa makanan, selimut, terpal dan karung. Meski bantuan sudah masuk tapi belum memadai dan mencukupi bagi korban banjir.

Dijelaskan, proses evakuasi terhadap warga hingga saat ini masih terus dilakukan. Termasuk membentuk posko tanggap darurat yang dipusatkan di Kantor Camat Keruak, Kabupaten Lombok Timur.

“Potensi terjadinya hujan tinggi di area terdampak diprediksi masih akan terjadi. BPBD NTB terhitung sejak 20 November hingga 24 November 2017 telah memberlakukan darurat bencana di Kabupaten Lombok Timur,” katanya.

Sebelumnya, banjir bandang yang melanda empat Kecamatan di Kabupaten Lombok Timur pada Sabtu 18 November 2017 malam, akibat luapan sungai dan dua embung di sekitar DAM Pandanduri, telah mengakibatkan 578 Kepala Keluarga dan 2.280 jiwa terdampak banjir. 141 warga dari 11 desa pun harus mengungsi.

Banjir juga menelan 2 korban jiwa meninggal dan 4 korban luka. Selain itu banjir juga mengakibatkan 10 unit rumah milik warga rusak berat, 598 unit rusak ringan. Infrastruktur lain yang mengalami kerusakan akibat banjir antara lain 20 jembatan desa. Selain itu, ada pula, sejumlah gardu listrik yang mengalami kerusakan.

Lihat juga...