Ahmad Maulana Berharap Ada Sinergi antara Anjungan dan TMII

JAKARTA —- Koordinator Diklat Seni Budaya Anjungan Jawa Barat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Ahmad Maulana mengatakan, semboyan negara sebagai persatuan bangsa yaitu Bhinneka Tunggal Ika. yang artinya walaupun berbeda-beda tetap satu.

Bhinneka Tunggal Ika yang sangat dekat dengan keragamaan budaya itu harus senantiasa dilestarikan agar tetap bisa dimiliki dan dinikmati oleh generasi muda di masa depan.

Generasi muda harus mulai mengenal apa saja budaya yang dimiliki bangsa Indonesia, dan dari mana budaya itu berasal, serta bagaimana pula mengembangkan budaya tersebut.

“Semua seni budaya bangsa itu tergambar di TMII. Itu artinya TMII sukses merangkum budaya bangsa Indonesia menjadi satu kesatuan yang menarik,” kata Ahmad kepada Cendana News.

Ahmad pun merasa bangga, bisa berkarya seni di TMII mempromosikan budaya Pasundan kepada pengunjung domestik maupun mancanegara. Sebagai insan seni, Ahmad berharap pelestarian budaya bangsa terus ditingkatkan ke depannya.

Mengingat dari pandangan dia ada penurunan. Yakni sebut dia, kalau dulu, maka kala pengunjung masuk area TMII, selalu berniang lagu-lagu daerah dan alat musik gending santer terdengar.

”Kalau sekarang terlihat rada hilang, yang banyaknya itu lagu dangdut. Kalau dulu di setiap anjungan itu ada gelaran seni lagu-lagu daerah dikumandangkan. Sekarang paling anjungan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, sedangkan anjungan lain jarang,” ucapnya.

Pria kelahiran 59 tahun ini berharap, agar tatanan TMII kembali lagi seperti dulu,  di mana seni budaya bisa fokus dilestarikan. Sehingga kata dia, dikenal hingga ke mancanegara bahwa TMII pusat penelitian kebudayaan dan pusat seni di mana para pelancong dari luar negeri dan domestik memang benar-benar ke TMII itu bisa melihat kebudayaan Indonesia itu seperti apa.

“Harapannya, setiap hari minggu semua anjungan aktif kembali, hidup dengan suguhan tari dan lagu daerah. Sehinggar pengunjung bisa benar-benar menikmati, dan bangga lalu berkata, oh…TMII itu taman budaya,” ungkap sarjana ekonomi ini.

Mengingat TMII setiap Sabtu-Minggu selalu ramai acara seperti pernikahan. Ahmad kembali berharap ada sinergi antara pengelola TMII dan anjungan sehingga program pelestarian seni budaya bangsa terus dilestarikan. Misalnya, kata dia, musik yang akan ditampilkan dalam event pernikahan yang sewa tempat di TMII itu dipadukan satu aset penyewaan.

Contohnya, sebut Ahmad lagi, yang nikah orang Jawa Timur atau Jawa Tengah, ya musik campursarinya dari anjungan Jawa Tengah. Begitu juga kalau ada orang Sunda nikahan, bisa ditawarkan musik karawitan anjungan Jawa Barat. Jadi ada kerjasama seperti itu akan lebih baik dalam upaya pelestarian budaya bangsa Indonesia.

“Jadi diharapkan pihak pengelola TMII ada sinergi atau menyemangati dan menjembati antara daerah atau pemilik acara dengan anjungan. Tujuannya biar kaya dulu anjungan itu aktif, jadi hidup,” pungkas Ahmad.

Lihat juga...