Wisata Pantai Minang Rua Terus Dikembangkan
LAMPUNG — Rekreasi atau berwisata sudah menjadi bagian gaya hidup masyarakat modern. Sekaligus sebagai wahana meningkatkan kesehjahteraan masyarakat sekitar. Karena itu, pembenahan dan pengembangan objek wisata menjadi penting dilakukan.

Berkat peran serta masyarakat di Desa Kelawi, di antaranya Dusun Kayu Tabu, Pematang Macan, Kelawi Dalam hingga Minang Rua, secara swadaya melakukan tata kelola objek wisata bersama Dinas Pariwisata Seni dan Budaya, pegiat wisata dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Selatan spot wisata bahari tersebut menjadi lebih tertata.
“Butuh waktu membentuk pola pikir, bahwa wisata merupakan sebuah produk dan menampilkan produk yang menarik agar pengunjung lebih tertarik untuk datang kembali serta pelatihan dan sosialisasi sapta pesona bagi masyarakat sekitar pantai yang juga anggota Pokdarwis,” terang Ely Sakilah, saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (15/10/2017).
Dukungan dari masyarakat yang sekitar 50 warga di antaranya merupakan anggota Pokdarwis juga didukung pemerintah desa dan kabupaten, dengan penambahan banner papan penunjuk lokasi destinasi wisata. Selain itu, tata kelola lahan parkir, penanaman berbagai pohon peneduh di pantai semakin menarik wisatawan untuk berkunjung.
Keindahan pantai Minang Rua, kata Ely, tak sekedar pantai. Namun juga tangga seribu, bukit menangis, green canyon, batu alif, karang menyan, karang lo, laguna dengan pasir yang putih dan terakhir keberadaan tukik hasil penetasan dan penangkaran penyu belimbing yang sudah langka dan dilindungi.
Pengelolaan tukik yang dilestarikan dan menjadi daya tarik wisatawan tersebut juga mendapat dukungan dari Dinas Kelautan dan Perikanan setempat, sehingga penangkaran masih bisa dilakukan secara berkelanjutan bekerjasama dengan LSM Krakatau Penyu Lampung Selatan (KPLS) yang berdedikasi melindungi penyu di wilayah tersebut.
Sejak 2015, angka kunjungan wisatawan ke pantai Minang Rua pada akhir pekan berkisar ratusan pengunjung, terutama pada hari libur panjang anak sekolah, libur keagamaan serta berbagai iven di lokasi tersebut.

Menurut Ely, pembenahan-pembenahan infrastruktur dan penataan tempat ikut mendorong pantai Minang Rua semakin banyak dikunjungi wisatawan.
Saleh, salah satu warga yang memiliki lahan di dekat pantai Minang Rua bahkan membuat saung berfungsi sebagai homestay atau penginapan bagi wisatawan luar daerah yang berkunjung ke pantai tersebut. Penambahan fasilitas penginapan tersebut ikut mendukung kelengkapan fasilitas disamping fasilitas penginapan yang sebelumnya sudah tersedia di tempat tersebut.
Meski fasilitas homestay terbuat dari kayu dan bambu. Namun, sarana yang memadai tersebut menjadi sebuah kearifan lokal masyarakat pesisir pantai yang memiliki rumah panggung layaknya rumah di pesisir pantai yang ada di wilayah tersebut.
Suasana homestay dengan penambahan beberapa lokasi lain sekaligus mempermudah wisatawan menikmati suasana pantai Minang Rua. “Selain sebagai lokasi menginap sebagian mempergunakan homestay sebagai tempat makan bersama terutama wisatawan keluarga yang kerap datang setiap akhir pekan”, terang Saleh.
Pengembangan sektor wisata dengan melibatkan berbagai pihak tersebut ikut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pola penataan lingkungan, di antaranya diakui oleh Supadi, Kepala Dusun Minang Rua. Berkat penyuluhan sapta pesona wisata masyarakat mulai menata rumah yang bisa dipergunakan sebagai lokasi penginapan serta penyediaan fasilitas kamar mandi serta MCK yang memadai.
“Pemasukan dari sektor wisata dikelola dengan baik hasilnya untuk pengembangan dan penambahan fasilitas, sementara warga lain bisa berjualan makanan tradisional termasuk kelapa muda”, terang Supadi.
Supadi juga menyebut, pengelolaan destinasi wisata yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat tersebut bahkan telah mendapatkan apresiasi dari Dinas Pariwisata Provinsi Lampung dengan pemberian bantuan 200 sapu, 30 kotak sampah, 200 bibit mangrove yang semakin mendukung sektor wisata berbasis kearifan lokal masyarakat nelayan setempat, yag bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga secara ekonomi dan meningkatkan kenyamanan dan keasrian kampung pesisir yang semakin tertata berkat dukungan pemerintah.