Usaha Fotokopi di Desa Pasuruan ini Bertahan Belasan Tahun
LAMPUNG — Kebutuhan masyarakat akan penggandaan dokumen dengan sistem fotokopi serta kebutuhan alat tulis kantor menjadikan pemilik usaha tersebut banyak membuka usaha di dekat kantor, tempat pendidikan, bank serta sektor lain yang membutuhkan layanan jasa fotokopi.
Salah satu pengusaha fotokopi di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan adalah Yana (30). Dia memanfaatkan peluang dengan lokasi yang dekat dengan sekolah, Kantor Kecamatan, Puskesmas serta instansi pemerintah yang berhubungan dengan layanan publik. Layanan jasa fotokopi dan penjualan alat tulis sudah berdiri sejak 2000 dan berkembang hingga kini dengan pelayanan yang lebih beragam.
Yana mengaku awalnya usaha tersebut merupakan milik sang ayah yang selanjutnya diteruskan sebagai usaha keluarga. Peralatan awal hanya sebuah mesin fotokopi serta peralatan lain di antaranya Laminating, jasa foto serta cetak foto, penjualan pigura foto serta layanan lain. Jasa yang ditawarkan di antaranya fotokopi mulai dari harga Rp10 per lembar hingga kini sudah mencapai Rp25 per lembar tergantung kuantitas dan kualitas kertas fotokopi.
“Awalnya di kota kecamatan memang hanya ada satu lokasi jasa fotokopi dan penjualan alat tulis kantor namun kini semakin bertambah dengan munculnya usaha sejenis sehingga saya harus bisa berinovasi,” ujar Yana saat ditemui Cendana News di usaha fotokopi dan penjualan alat tulis kantor di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan, Selasa (24/10/2017)
Setidaknya sudah ada hampir lebih dari belasan usaha sejenis yang ada di wilayah tersebut seiring kebutuhan masyarakat yang meningkat terutana momen tahun ajaran baru bagi pelajar, penerimaan mahasiswa baru.
Antrian bahkan kehabisan stok beberapa kebutuhan tertentu bahkan pernah dialami dalam usaha penjualan alat tulis kantor sehingga dilakukan penambahan alat fotokopi dengan sistem sewa dan sekaligus penambahan penjualan alat baru dengan modal ratusan juta.
Meski mengeluarkan modal tidak sedikit namun diakuinya dalam sehari meski sudah bermunculan usaha sejenis dominasi pelanggan yang meminta jasa fotokopi dalam sehari bisa berkisar 50 hingga 70 orang sisanya memiliki kebutuhan lain dalam pembelian alat tulis kantor.
“Karena lokasi berada di dekat jalan raya dan paling dekat dengan sekolahan menguntungkan bagi usaha yang saya tekuni sehingga berkembang hingga sekarang,” kata Yana.
Pemilik usaha fotokopi lain tak jauh dari usaha fotokopi Yana adalah Anton (40),demikian ia dipanggil. Anton memulai usaha tersebut sejak 2005 dengan usaha fotokopi dan laminating serta penjualan alat tulis kantor.
Seiring perkembangan zaman dan permintaan masyarakat yang tinggi akan kebutuhan jasa foto membuat ia menambah usaha jasa cetak foto lengkap dengan foto digital serta penyediaan pigura.
Keberadaan gawai telepon pintar dengan jenis kamera digital yang bagus bahkan membuat jasa cetak foto dengan memanfaatkan wifi serta bluetooth membuat proses pencetakan foto lebih mudah dan cepat tidak seperti masa masa sebelumnya dengan sistem cetak foto manual.
“Saya juga ikut menyesuaikan penambahan peralatan dengan penyiapan fotobooth yang banyak disukai anak muda sehingga bisa berfoto dengan selera konsumen serta latar belakang yang menarik,” terang Anton.
Memiliki tiga karyawan untuk membantunya cukup efektif dalam pengembangan usaha karena pada momen tertentu seperti pencairan program Kartu Indonesia Pintar(KIP), Program Keluarga Harapan (PKH) dengan syarat fotokopi kartu keluarga serta KTP serta dokumen lain membuat jasa fotokopi yang ditekuninya banyak menerima permintaan konsumen.
“Dalam sehari omzet mencapai jutaan rupiah dari berbagai penyediaan jasa berupa fotocopi maupun penjualan alat tulis serta jasa lain,” ungkap Anton.
Maraknya usaha sejenis dalam bidang fotokopi dan penjualan alat tulis kantor membuat strategi pemasaran dilakukan melalui menjalin kerjasama dengan sejumlah instansi pemerintahan dan perkantoran. Meski sistem pembayaran kerap dilakukan dengan sistem hutang dan dibayarkan pada awal bulan berikutnya dengan sistem nota.
Kerjasama tersebut diakuinya dilakukan untuk mendapatkan pelanggan tetap termasuk dengan sejumlah sekolah yang membutuhkan jasa fotokopi dan penyediaan alat tulis kantor.
Ia menyebut selain lokasi strategis, penyediaan kemudahan serta pelayanan yang prima bahkan sangat diperlukan dalam usaha tersebut termasuk penyediaan fasilitas lain di antaranya dengan menyediakan tempat tunggu yang memadai dan parkir yang luas.
Berkat usaha tersebut ia bahkan menyebut pada awalnya hanya memiliki sebanyak dua mesin fotokopi saat ini sudah memiliki tiga mesin fotokopi dan menambah stok yang banyak setiap tahun ajaran baru.
