Ternak Bantuan Pemda Sikka Mati, Uang Negara Terbuang

MAUMERE – Pengadaan bantuan ternak kambing, sapi, kuda, ayam dan babi kepada 190 kelompok yang tersebar di 21 kecamatan di Kabupaten Sikka, khususnya untuk ternak babi, hampir semuanya mengalami kematian karena saat dibagikan kondisi ternak sudah mengalami penyakit.

Demikian disampaikan Ketua Fraksi PKPI DPRD Sikka Afridus Aeng saat ditemui Cendana News Senin (2/10/2017) terkait pernyataan fraksinya yang menyoroti bantuan ternak kepada kelompok penerima yang tidak bisa dirasakan manfaatnya.

Dikatakan Afridus, harusnya sebelum diberikan kepada kelompok penerima ternak-ternak tersebut diperiksa dulu kondisi kesehatannya dan bila ditemukan ternak tersebut mengalami penyakit maka jangan dibagikan kepada masyarakat yang menerimanya dan diberi vaksin terlebih dahulu.

“Kalau dibagikan dan baru beberapa hari ternak tersebut langsung mati maka ini kan tidak bermanfaat dan hanya menghambur-hamburkan uang negara saja,” ungkapnya.

Seharusnya sebut Afridus, Dinas Pertanian khususnya bidang Kesehatan Hewan sudah mengetahui sedang terjadi wabah hig cholera yang menyerang ternak khususnya babi, sebaiknya bantuan ternak ditiadakan dahulu sebab bila dipaksakan pun tidak ada gunanya.

“Pemerintah harus menjamin wabah penyakit sudah terkendali dan ternak aman untuk didistribusikan dahulu baru dilakukan pengadaan dan pendistribusian bantuan ternak kepada kelompok penerima,” tegasnya.

Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera menjelaskan, upaya pengendalian meluasnya wabah penyakit hog cholera sudah dilakukan sejak bulan Desember 2016 dan dilaksanakan secara berkelanjutan serta sudah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Pendistribusian ternak kepada masyarakat kelompok penerima, tandas Ansar sapaannya, sudah dilaksanakan melalui tahapan dan mekanisme yang merujuk pada ketentuan yang berlaku sehingga tidak benar kalau dikatakan bahwa ternak yang didistribusikan dalam keadaan berpenyakit.

“Pengadaan ternak oleh rekanan tahun 2017 sudah terikat dalam kontrak kerja antara Pejabat Pembuat Komitmen dan Rekanan yang berkekuatan hukum sehingga penangguhannya tidak bisa dilakukan,” jelasnya.

Ketua Fraksi PKPI DPRD Sikka Afridus Aeng. Foto: Ebed de Rosary

Untuk pengadaan ternak tahap selanjutnya, tutup Ansar, pemerintah telah melakukan vaksinasi hog cholera terlebih dahulu sebelum didistribusikan kepada masyarakat untuk menekan kematian walaupun ternak tersebut sudah memiliki surat keterangan kesehatan hewan dari daerah asal.

“Dengan dilakukan vaksinasi lagi kami harapkan agar ternak bantuan yang akan disalurkan tidak mengalami kematian seperti yang terjadi saat ini. Namun tentunya akan dilihat juga apakah saat didistribusikan daerah sekitar lokasi penerima juga sedang dilanda wabah penyakit atau tidak,” pungkasnya.

Lihat juga...