BANDA ACEH – Setiap tahun jumlah penduduk di Aceh selalu meningkat. Pertumbuhan penduduk tersebut menjadi perhatian tersendiri oleh pemerintah setempat.
Di 2005, jumlah penduduk Aceh hanya sebanyak 4,1 juta jiwa dan tahun 2010 meningkat menjadi 4,49 juta jiwa, atau bertambah sebesar 2,32 persen per tahun. Dan pada 2016 jumlah penduduk Aceh sudah mencapai 5 juta jiwa. “Data ini menunjukkan bahwa persoalan kependudukan di Aceh membutuhkan perhatian semua pihak,” kata Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Senin (3 0/10/2017).
Nova menyebutkan pada 2005, jumlah penduduk Aceh hanya 4,1 juta jiwa dan tahun 2010 meningkat menjadi 4,49 juta jiwa, atau bertambah sebesar 2,32 persen per tahun dan pada 2016 jumlah penduduk Aceh sudah mencapai 5 juta jiwa.
“Data ini menunjukkan bahwa persoalan kependudukan di Aceh membutuhkan perhatian semua pihak,” kata Nova usai melantikSahidal Kastri sebagai Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perwakilan Aceh di Gedung Serbaguna Setda Aceh.
Menurut Nova, Jika persoalan tersebut tidak dikendalikan dengan baik, akan berimbas kepada kualitas kesehatan masyarakat, kesediaan lapangan kerja dan kebutuhan pangan. Pemerintah Kabupaten atau kota di seluruh Aceh untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan revitalisasi Program KB di daerah masing-masing.
Dua tahun terakhir, program KB yang dijalankan BKKBN mulai menuai hasil, karena itu perlu terus ditingkatkan agar upaya mengendalikan pertumbuhan penduduk berjalan sesuai harapan.
Nova juga meminta agar Kepala BKKBN Aceh yang baru berserta jajarannya agar membangun kerja sama yang baik dengan berbagai pemangku kepentingan di Aceh guna menyukseskan program-program yang telah dirancang BKKBN.
“Kami menanti gebrakan baru dari Kepala BKKBN yang baru saja dilantik, Pemerintah Aceh akan senantiasa mendukung program- program BKKBN,” pungkasnya. (Ant)