Produktivitas Kopi Indonesia Belum Maksimal

MEDAN – Pusat Pelatihan Petani Kopi direncanakan dibangun di Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, pada awal 2018 dengan tujuan utama meningkatkan produksi dan kualitas kopi petani.

Ketua Umum BPP Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), Irfan Anwar, mengatakan, produktivitas kopi petani rata-rata di kawasan ini masih di bawah satu ton. “Dengan adanya Pusat Pelatihan Kopi Petani di Pakpak Bharat Sumut itu diharapkan produktivitas dan mutu kopi petani meningkat,” ujarnya, Minggu (29/10/2017).

Irfan yang CEO PT. Coffindo mengakui, pihaknya menyiapkan lahan untuk lokasi pusat pelatihan petani kopi itu. “AEKI dan Coffindo merasa perlu mendukung SDM (sumber daya manusia) petani kopi karena potensi pasarnya cukup besar,” katanya.

Dewasa ini, ujar Irfan, konsumsi kopi terus naik dan lajunya tidak seimbang dengan produksi. Produksi kopi Indonesia masih belum maksimal, karena selain pengembangannya belum optimal juga produktivitasnya masih rendah.

Produktivitas rendah, karena selain bibitnya kurang bagus, banyak tanaman tua dan sistem penanaman dan perawatannya juga belum baik dan benar.

Kepala Dinas Perkebunan Sumut, Herawati, menyebutkan, pembangunan pusat pelatihan kopi di Pakpak Bharat dilakukan atas kerja sama AEKI dan Islamic Trade Finance Corporation (ITFC) – PT Coffindo.

Dia mengakui, lahan untuk pusat pelatihan itu merupakan hibah dari PT Coffindo seluas dua hektare. “Pembangunan gedung sendiri akan dilakukan ITFC pada awal 2018,” katanya.

Pembangunan merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang telah terjalin antara ITFC dan AEKI sebelumnya. (Ant)

Lihat juga...