Posdaya Jambu Memberdayakan Masyarakat Melalui Pelatihan Usaha

JAKARTA –– Keberadaan Koperasi Sudara Indra yang terletak di wilayah Jakarta binaan Yayasan Damandiri ini dapat dikatakan memiliki peranan yang begitu penting dalam perubahan di sektor perekonomian khususnya untuk masyarakat menengah ke bawah.

Posdaya-posdaya yang dibangun dan dibina oleh Koperasi Sudara Indra hampir seluruh wilayah Jakarta sangat merasakan dampak perubahan yang mereka rasakan, salah satunya Posdaya Jambu yang berada di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Adalah Tien Nurhaeni Gawita, Ketua Posdaya Jambu, menceritakan kepada Cendana News perjalanan berdirinya posdaya yang sekarang dirinya ketuai. Dalam wawancara santai di rumah Pak RW, Ibu Titin, begitu sapaannya menjelaskan Posdaya Jambu berdiri awal mulanya didatangi Pak Heri.

Dia merupakan salah satu staf dari Koperasi Sudara Indra yang mungkin mendapatkan link dari posdaya tetangga yakni Posdaya Cempaka. RW tempat tinggal dirinya juga aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Pada Oktober 2015 pak Heri datang berkunjung ke wilayah tempat tinggal dirinya selanjutnya menawarkan untuk mendirikan posdaya.

Dalam kunjungannya itu Pak Heri menceritakan tentang Yayasan Damandiri yang memiliki segudang program. Salah satu di antaranya program Tabur Puja. Setelah memahami serta mengetahui program Tabur Puja dirinya sangat tertarik.

Dapat dikatakan program tersebut menurut dirinya sangat membantu masyarakat kurang mampu khususnya masyarakat menengah ke bawah. Ibu-ibu yang memiliki keahlian memang membutuhkan dana untuk menyalurkan keahliannya tersebut.

Menurutnya lagi, walaupun didaerah tempat tinggalnya juga terdapat Koperasi yang berada dibawah naungan Kelurahan, namun banyak yang menilai Koperasi tersebut masih kurang dibandingkan dengan Koperasi Sudara Indra binaan Yayasan Damandiri yang justru memberikan kemudahan dan sangat membantu masyarakat.

Pada November 2015 Posdaya Jambu mulai menjalankan aktivitasnya melakukan pencairan kurang lebih selama 1 bulan kepada seluruh anggota yang pada waktu itu sudah berjumlah 100 orang. Proses pencairan dilakukan setiap minggunya, dengan 1 kelompok itu terdiri dari 25 orang anggota.

Dari satu kelompok itu terbagi lagi menjadi beberapa grup yang satu grupnya terdiri dari 5 orang. Dari tiap grup itulah nantinya ada satu penanggungjawab yang mengkoordinir grup dan selalu berkordinasi dengan ketua kelompok. Total anggota sampai saat ini mencapai 150 orang.

Pada tahun-tahun pertama berdirinya Posdaya Jambu, dari pihak Kampus Universitas Pancasila di bawah kordinasi Ibu Farida selalu mengadakan kunjungan tiap minggunya dengan memberikan pembinaan, penyuluhan, dengan program kegiatan yang sekiranya bermanfaat bagi kelangsungan Posdaya Jambu semisal adanya pelatihan pembuatan tahu atau pelatihan usaha lainnya.

Kalau dibilang ingin ada penambahan anggota, sebenarnya sudah terjadi penambahan anggota dengan sistem tambal sulam. Maksudnya, ketika ada anggota yang sudah terbantu dan merasa sudah lumayan, anggota itu tidak meneruskan.

Pihaknya mengambil anggota baru untuk menggantikan posisi yang kosong tersebut. Namun yang tidak meneruskan itu tetap menjadi anggota koperasi, namun untuk peminjamannya sudah tidak. Bisa dikatakan sebanyak 10 anggota yang sudah dapat dibilang mampu dan sudah tidak melakukan peminjaman lagi.

“Proses tambal sulam anggota memang terbilang efektif dalam membantu perekonomian masyarakat menengah kebawah di wilayah kita. Banyaknya permintaan dan pengajuan dari warga dalam menginginkan bantuan begitu tinggi. Kita sudah melakukan pengajuan ke pihak Koperasi agar diberikan tambahan kuota anggota,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Dijelaskan lagi, untuk yang menjadi anggota koperasi di Posdaya Jambu ini tidak hanya dari kalangan menengah ke bawah, tetapi mereka yang dari kalangan menengah ke atas juga ikut menjadi anggota koperasi, ikut menabung.

Sejak beberapa bulan ini Posdaya Jambu sedang menunggu giliran mendapatkan penyuluhan pelatihan. Menurut informasi dirinya terima bahwa Ibu Farida saat ini sudah mulai kembali melakukan penyuluhan pelatihan di beberapa posdaya tetangga.

Dan memang di Posdaya Jambu ini banyak sekali keinginan untuk menghasilkan sebuah karya namun keinginan itu belum terlaksana semua dikarenakan keterbatasan waktu dan belum adanya pengajar yang didatangkan dari Ibu Farida.

Dikatakan lagi, untuk hasil yang bisa dibanggakan dari Posdaya Jambu ini memang awalnya hanya sebatas makanan yang dibuat oleh anggota, yang diperuntukkan ketika ada kegiatan pesta atau perkantoran yang memerlukan snack box, Posdaya Jambu yang menyiapkan atau mereka mulai order ke Posdaya Jambu.

Untuk saat ini Posdaya Jambu sedang mengembangkan rajutan untuk macam-macam seperti tas, sepatu, dan lainnya. Hasil karya rajutan yang kita buat nantinya bisa diberdayakan untuk menjadi suvenir pernikahan, kado ulang tahun, dan sebagainya, namun sayangnya kegiatan merajut ini sempat terhenti dikarenakan pengajarnya baru saja menjalankan operasi.

“Pas lagi kas seperti ini,biasanya sambil menunggu anggota yang datang untuk melakukan transaksi baik menabung maupun mencairkan dana. Kita melanjutkan rajutan sambil diberikan pengarahan oleh staf pengajar. Hasil karya rajutan inilah yang nantinya akan menjadi hasil karya yang menonjol di Posdaya Jambu,” katanya lagi.

Tien Nurhaeni Gawita, Ketua Posdaya Jambu,/Foto :M.Fahrizal .
Lihat juga...