Perajin Panahan di Banjar Butuh Perhatian Pemerintah
BANJAR —Kota Banjar, Jawa Barat, yang letaknya berada di daerah Perbatasan Propinsi Jawa Barat dengan Propinsi Jawa Tengah ini, memiliki banyak keagekaragaman dan sejumlah industri rumahan (home industri). Salah satunya kerajinan panahan, yang berada di Dusun Panajung, RT 15, RW 03, Desa Sinartanjung, Kecamatan Pataruman.
Salah satunya perajin, Apip Abdul Kohar (38) mengungkapkan, dirinya sudah menggeluti kerajinan panahan dari kayu sejak satu tahun yang lalu. Namun usahanya tidak banyak perubahan lantaran peralatan dan modal yang dimiliki masih sedikit.
Baca juga: KARENA SUNNAH, PANAHAN KIAN DIGEMARI

Padahal menurut Apip, permintaan akan panahan di pasaran, khususnya untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Bandung, Aceh, Sumatra, dan Kalimantan cukup banyak.
Apip, dibantu oleh lima orang karyawannya membuat kerajinan panahan yang terbuat dari kayu sejenis mahoni, jati, angsana, kemudian dipadukan dengan peralon plastik, dan dibentuk model panahan serta di cat.
Pantauan Cendana News di lapangan, Selasa (24/10), pembuatan kerajinan panahan terlihat masih sangat sederhana, terlihat dengan keberadaan alat-alat yang masih manual dan sederhana, ditambah dengan kondisi bangunan tempat kerja yang sempit.
“Kondisi ini sudah terjadi sejak berdirinya usaha rumahan kerajinan panahan ini. Tidak ada peralatan istimewa, karena memang kita belum memilikinya, serta karena keterbatasan modal usaha yang dimiliki,” ujar Apip.
Baca juga: Remaja dan Anak Ponorogo Jatuh Hati pada Kegiatan Panahan
Apip, berharap ada perhatian dari Pemerintah, untuk memberikan bantuan modal dan peralatan yang lebih lengkap, sehingga pembuatan kerajinan panahan bisa lebih maksimal.
Dalam sehari, Apip, bersama lima karyawan yang tidak lain adalah tetangga rumahnya, bisa menghasilkan 10 pasang alat panahan. Harganya pun berkisar antara 250 ribu hingga 400 ribu rupiah, tergantung pada ukuran yang diinginkan.