Partisipasi Pemilih di Pilkada Jabar Ditargetkan Meningkat

CIANJUR – KPU Cianjur, Jawa Barat, menargetkan partisipasi pemilih di Cianjur pada Pilkada Jabar 2018, meningkat. Pasalnya, selama ini tingkat partisipasi pemilih di Cianjur dinilai masih rendah.

Komisioner KPU Cianjur Divisi Teknis, Kusnadi, mengatakan, tingkat partisipasi pemilih pada Pilgub 2015 di Cianjur dari 1.752.044 orang hanya 60 persen. Sehingga, pihaknya berupaya meningkatan partisipasi dengan melakukan sosialisasi hingga ke pelosok Cianjur, mulai dari turun langsung ke lapangan, hingga melibatkan berbagai pihak untuk menyadarkan pentingnya terlibat dalam pesta demokrasi.

Termasuk sosialisasi ke sekolah dan pondok pesantren dilakukan, dengan harapan pemilih pemula yang sudah mendapatkan hak pilih dapat menyalurkan aspirasinya pada Pilkada Jabar 2018.

“Kami juga tengah melakukan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Cianjur, untuk memastikan jumlah pemilih tetap saat pelaksanaan Pilgub Jabar,” katanya, Sabtu (28/10/2017).

Dia juga menjelaskan, koordinasi tersebut dilakukan untuk menyaring penduduk yang sudah meninggal, namun masih terdata sebagai pemilih. Pihaknya berharap partisipasi pemilih di Cianjur, akan meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.

Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Jawa Barat, termasuk Cianjur kehilangan hak pilihnya saat penyelenggaraan Pilkada Jabar 2018. Sesuai Undang-undang Nomor 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan, identitas penduduk harus sesuai dengan di mana mereka tinggal.

“Hak pilih disesuaikan dengan domisili, jadi yang memiliki hak pilih itu disesuaikan dengan daerahnya. Untuk TKI tidak akan memiliki hak pilih sampai pulang kembali ke daerahnya, dibuktikan dengan paspor, karena ketika seseorang berada setahun lebih di luar negeri, maka baru bisa mendapatkan hak pilih,” katanya. (Ant)

Lihat juga...