Panen Melimpah, Harga Jual Bawang Merah Jatuh

YOGYAKARTA  – Petani bawang merah di Kabupaten Kulonprogo terpaksa menunda penjualan hasil panen mereka karena anjloknya harga di tingkat petani. Harga bawang merah yang semula berkisar Rp20-25ribu per kilo kini turun drastis menjadi Rp10-12ribu per kilo.

Para petani pun mengaku memilih menyimpan hasil panen, sambil menunggu harga jual bawang merah membaik. Salah satunya seperti dilakukan petani bawang merah, Poniman, warga Mbelik, Demangrejo, Sentolo, Kulonprogo.

“Tahun ini harga jual jatuh. Hanya Rp10 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya Rp20 ribu ke atas. Karena itu saya memilih tidak menjual dulu hasil panen. Mau saya bawa ke rumah untuk dijemur, sambil menunggu harga membaik,” katanya kepada Cendana News, Senin (2/10/2017).

Menurut Poniman, anjloknya harga bawang merah disebabkan karena saat ini merupakan musim panen. Sehingga stok bawang merah di tingkat pedagang sangat melimpah. Selain itu, masa panen kali ini juga bertepatan dengan bulan Suro pada penanggalan Jawa. Sehingga tak banyak warga masyarakat membutuhkan bawang merah.

“Rencananya saya mau simpan bawang merah sampai bulan Suro lewat. Mudah-mudahan harganya bisa membaik,” katanya.

Poniman sendiri mengaku, mendapat hasil panenan menggembirakan pada musim panen kali ini. Ia mampu mendapat sebanyak 5,5 kuintal bawang merah dari lahan garapan seluas 500 meter persegi. Jumlah itu dikatakan jauh lebih baik dibandingkan hasil panen sebelumnya yang hanya menghasilkan 4,2 kuintal bawang merah.

“Dibanding sebelumnya hasil panen kali ini jauh lebih bagus. Kemungkinan karena faktor cuaca yang mendukung. Tahun lalu tanaman banyak terserang hama ulat dan jamur, karena lahan terendam air hujan. Kalau tahun ini bagus,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan petani bawang merah lainnya, Yanto, warga Demangrejo, Sentolo. Tahun ini ia mengaku mampu mendapat hasil panen bawang merah hingga 7-8 kuintal di lahan seluas 700 meter persegi. Hasil panen itu jauh lebih baik dibandingkan panenan sebelumnya yang hanya mendapat 5-6 kuintal.

“Tahun ini jauh lebih bagus. Tidak banyak terserang hama. Kalau kemarin banyak ulat dan jamur menyerang sehingga daun mengering membuat bawang merah tidak mau tumbuh. Padahal sudah disemprot setiap 2 hari sekali,” katanya.

Desa Demangrejo sendiri merupakan salah satu desa sentra penghasil bawang merah di Kulonprogo. Puluhan hektar lahan di desa ini biasa ditanami bawang merah setiap musim tanam ketiga palawija. Biasanya hasil panen bawang merah diambil oleh para pedagang dari luar daerah baik, Yogyakarta maupun Jawa Tengah.

 

Lihat juga...