Musim Dingin, Burung Kutub Utara Bermigrasi ke NTB
MATARAM – Perubahan iklim dan musim di bagian kutub utara yang saat ini dalam kondisi dingin membuat burung dengan berbagai spesies dari kutub utara melakukan migrasi secara besar-besaran ke wilayah Indonesia termasuk NTB sebagai daerah tropis untuk mencari makan.
“Sekarang ini di belahan bumi bagian kutub utara telah memasuki musim dingin, semua danau, perairan membeku, sehingga ikan dan sumber pakan burung tidak ada. Oleh karena itulah mereka bermigrasi mencari makan ke daerah tropis, Indonesia salah satunya, termasuk NTB,” kata Dosen Ekologi dan Peneliti Burung Universitas Mataram (Unram), l Made Wayan Suane di Mataram, Rabu (18/10/2017).
Sebab kalau burung dari daerah kutub tersebut tetap berdiam diri, kemungkinan dia akan mati, karena tidak ada ikan dan sumber makanan lain yang bisa dimakan untuk bertahan hidup.
Beberapa jenis burung migrasi yang sering diamati Wayan bersama tim peneliti dari Unram antara lain Sikep Madu Asia, Elang Alap China dan sejumlah spesies burung lain dari negara Siberia dan China. Namun secara umum dua jenis burung tersebut paling banyak melakukan migrasi.
“Untuk wilayah NTB sendiri, burung migrasi hinggap mencari makan di rawa air asin Gili Meno, Taman Wisata Alam Kerandangan, daerah hutan bakau lembar. Setelah itu terus ke wilayah timur sampai beberapa bulan, baru kembali lagi ke daerah asal,” jelas Wayan.
Untuk melakukan pengamatan burung migran, Wayan biasa melakukan pengamatan dari kawasan Pantai Senggigi, Kabupaten Lombok Barat atau kawasan Malimbo, Kabupaten Lombok Utara. Di situ bisa dengan mudah memantau burung yang sedang terbang.
Uniknya, kata Wayan, meski melakukan migrasi jauh meninggalkan daerah asal, ratusan burung tersebut tetap kembali ke daerah asal dan tidak akan berdiam di daerah tropis tempat bermigrasi.
“Secara naluriah dia bisa menemukan kembali tempat di mana dia dilahirkan dengan pertanda alam seperti bintang. Jadi bukan hanya nelayan, tanda alam lain digunakan antara lain air terjun sebagai tanda bisa kembali ke tempatnya,” katanya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, seperti halnya manusia, burung migran juga memiliki naluri yang tinggi. Jarang tersesat. Bermigrasi selama musim dingin, sekarang matahari ke arah selatan. Sementara Januari-Maret matahari ke arah utara, jadi burung tersebut tahu kapan akan bermigrasi dan kapan akan kembali.