Kader Posyandu Klaten Lampung Dimaksimalkan Layani Warga

LAMPUNG — Upaya peningkatan standar kesehatan yang baik terus dilakukan oleh Desa Klaten Kecamatan Penengahan, dimulai dari para anak Bawah Lima Tahun (Balita), ibu hamil dengan melakukan pemeriksaan rutin sejak dini di Pos Pelayanan terpadu (Posyandu).

Layanan ini difasilitasi dengan keberadaan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Desa Klaten Kecamatan Penengahan yang dibangun oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan.

Menurut Ketua Tim Penggerak Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (TPPKK) Desa Klaten Puji Astuti pelayanan dasar bidang kesehatan menjadi prioritas Desa Klaten dengan memberikan kemudahan serta memfasilitasi warga untuk mendapatkan pelayanan secara gratis.

Khusus untuk pelayanan bagi ibu hamil, balita di wilayah tersebut jadwal Posyandu di Poskesdes lanjut Puji  dilakukan pada Jumat pekan kedua dengan jadwal yang telah disosialisasikan sebelumnya.

“Meski sudah dijadwalkan kami gencar mengumumkan melalui pengeras suara masjid serta kader posyandu di beberapa dusun agar masyarakat khususnya ibu rumah tangga pemilik balita datang ke Poskesdes,” terang Puji saat dikonfirmasi Cendana News di Poskesdes Desa Klaten Kecamatan Penengahan, Jumat (13/10/2017)

Peran kader Posyandu yang dimaksimalkan tersebut selain memberikan informasi jadwal pemeriksaan kesehatan di Poskesdes sekaligus memiliki tugas melakukan pencatatan berbagai pemeriksaan yang dilakukan oleh para ibu rumah tangga yang membawa balita, di antaranya penimbangan berat badan, tinggi badan, lingkar lengan, lingkar kepala.

Sebanyak 7 kader Posyandu di wilayah tersebut mencakup sebanyak 8 dusun selalu berkoordinasi dengan bidan desa yang ditugaskan di Poskesdes yang rutin menjadi tempat kegiatan Posyandu sebulan sekali.

Pada pelayanan Posyandu setiap hari Jumat pekan kedua Puji Astuti mencatat dari sebanyak tiga dusun diantaranya Sidodadi, Makarjaya,Sidorejo rata rata sebanyak 70 balita aktif hadir mendapatkan pelayanan kesehatan rutin berupa imunisasi polio, DTT, DPT, Campak.

Selain itu dilakukan pemberian Vitamin A,Pemberian Makanan Tambahan pendamping ASI, pengukuran tinggi badan,l ingkar kepala dan berat badan sesuai dengan data pencatatan dalam buku Kartu Menuju Sehat (KMS).

“Berbagai penyuluhan bagi orangtua pemilik anak balita yang dilakukan oleh kader Posyandu juga sekaligus pemberian obat cacing,vitamin A dan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari hari,” tegas Puji.

Para kader juga bertugas memberi penyuluhan dan pendampingan Poskesdes Desa Klaten yang memiliki Bidan Desa, Ani Kurniawati. Pada Jumat pekan kedua ini mendapat kunjungan dari dokter UPT Dinas Kesehatan Puskesmas rawat inap Penengahan di antaranya Dr. Eriza Septia Pratiwi.

Erika yang secara khusus memberikan penyuluhan dan pemeriksaan terkait HPV (Human Papillomavirus) dan Kanker Serviks. Pemeriksaan HPV dan Kanker Serviks yang menyasar para ibu rumah tangga atau wanita sudah menikah.

Sepanjang 2017 sudah dilakukan selama lima kali dengan melibatkan dokter dari Puskesmas rawat inap Penengahan. Dari sebanyak lima kali pemeriksaan dipastikan rata rata ibu rumah tangga yang memeriksakan diri sebanyak 15 hingga 20 wanita lengkap dengan pelayanan tes darah, laboratorium.

Semua proses pemeriksaan oleh tenaga kesehatan tersebut menurut Puji Astuti yang juga isteri Kepala Desa Klaten tersebut dilakukan secara gratis dengan syarat membawa fotocopy KTP, KK serta kepesertaan BPJS yang sudah dianjurkan oleh pemerintah desa.

“Upaya pelayanan kesehatan termasuk penggunaan kartu BPJS selalu kita tekankan agar masyarakat menyadari pentingnya akan kesehatan termasuk fasilitas Poskesdes yang ada” beber Puji Astuti.

Selain pelayanan kesehatan bagi balita,ibu hamil, Poskesdes yang dilengkapi dengan tenaga bidan desa tersebut sekaligus memaksimalkan peran Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) dengan jumlah saat ini sebanyak dua rumah di desa tersebut. RTK yang dibangun diakui Puji terintegrasi dengan keberadaan ambulans desa yang disediakan secara gratis.

“Jadi saat ada warga yang hendak bersalin atau melahirkan bisa menunggu bidan di RTK untuk mendapat pelayanan kesehatan hendak ke bidan desa atau ke bidan lain dengan tujuan melayani ibu dan bayi yang dilahirkan,” papar Puji.

Suwarti, pemilik balita yang rutin mengikuti kegiatan Posyandu bagi anaknya mengaku sudah dua kali menjalani pemeriksaan HPV kanker serviks dan pelayanan gratis tanpa harus pergi ke rumah sakit merupakan terobosan pelayanan kesehatan yang bermanfaat.

Selain gratis dirinya yang juga memiliki anak duduk di SD mengapresiasi lokasi dibangunnya Poskesdes di dekat PAUD, SD dan kantor desa sehingga kegiatan rutin Posyandu bisa dilakukan sembari menunggui anaknya sekolah.

Kader Posyandu bertugas melakukan pencatatan balita paska pengukuran berat badan,tinggi badan dan pemeriksaan kesehatan lain/Foto: Henk Widi.
Lihat juga...